Pada hari Sabtu tanggal 12 Maret 2016, saya menghadiri acara seminar Waspada Kanker yang diadakan oleh Yayasan Fitrah Insani Sejahtera Bogor dan PROKAMI (Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia). Bertempat di Gedung Aula Pusdai Pemda Kabupaten Bogor, acara dimulai sekitar pukul 8.30 WIB.
Setelah rangkain acara pembukaan berupa pembacaan ayat suci Al Qur'an, sambutan dari penyelenggara, dan tausiyah oleh KH.Agus Salim, L.c. Selanjutnya, acara seminar sesi pertama dimulai dengan menghadirkan Dr. Farida Briani Sobri, SpB(K)Onk sebagai pembicara.
![]() |
Snack dan seminar kit |
![]() |
Mejeng dulu sebelum acara dimulai |
Dr.Farida adalah dokter spesialis onkologi. Onkologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tumor dan pengobatannya. Tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada tubuh. Tumor bisa jinak atau ganas. Tumor jinak tidak membahayakan penderita, berkapsul, dan tidak menyebar. Sedangkan tumor ganas disebut sebagai kanker. Kanker mempunyai kemampuan hidup di organ tubuh lain, tidak berkapsul, dan membahayakan hidup penderita.
![]() |
Dr.Farida menjelaskan tentang kanker payudara |
Tema yang disampaikan oleh Dr.Farida adalah tentang kanker payudara. Penjelasan awal membahas tentang anatomi payudara yang bersi kelenjar susu dan lemak. Tumor biasanya tumbuh pada jaringan epitel. Tumor terjadi karena adanya mutasi gen (perubahan struktur gen akibat penyimpangan pada DNA).
Jika tumor sudah menjadi kanker ganas, maka bisa menyebar ke organ tubuh lain. Kanker yang invasif tersebut menyebar melalui pembuluh darah dan pembulih limfe. Perubahan sel normal menjadi kanker payudara dapat dilihat pada gambar berikut:
![]() |
Perubahan sel normal menjadi kanker payudara |
Bagaimana mencegah dan deteksi dini kanker payudara? Kita bisa mengetahui adanya kelainan sejak dini dengan SADARI, yaitu perikSA payuDAra sendiRI. Gerakannnya ternyata tidak sulit. Cukup berdiri di depan cermin dengan tanpa pakaian dalam bagian atas, angkat salah satu tangan, lalu mulai urut payudara dengan gerakan melingkar menggunakan ketiga jari. Jika mengurut payudara kanan, maka tangan kiri yang diangkat. Demikian juga sebaliknya.
![]() |
Video gerakan SADARI untuk deteksi dini kanker payudara |
Setelah SADARI, selanjutnya lakukan skirining pada payudara. Skrining adalah tindakan untuk mendeteksi adanya kelainan sebelum terdapat keluhan. Skiring kanker payudara adalah dengan melakukan mammografi. Mammografi dilakukan saat usia 35 tahun ke atas. Sebaiknya rutin dilakukan setahun sekali bagi yang sudah berusia 40-50 tahun, dan 1 sampai 2 kali setahun untuk yang sudah berusia di atas 50 tahun.
Kita juga harus cermat mengamati perubahan yang terjadi pada payudara untuk mendeteksi adanya kelainan, yaitu:
- adanya benjolan di payudara atau di ketiak atau di leher
- perubahan kulit menjadi menebal atau mengkerut
- perubahan kulit menjadi jeruk purut
- perubahan letak dan bentuk puting
- keluar cairan pada puting bukan pada saat menyusui
- nyeri pada payudara
- luka sekitar puting yang tidak sembuh
Penyebab utama kanker payudara adalah mutasi gen. Beberapa faktor resiko berikut bisa menjadi pemicu penyakit kanker payudara:
- jenis kelamin perempuan
- semakin tinggi usia, semakin tinggi resiko (mulai usia 30 sampai 40 tahun)
- riwayat penyakit kanker pada keluarga dari garis ibu (kemungkinan 10%)
- radiasi untuk pengobatan pada area dada (bukan rontgen)
- mendapat haid pada usia terlalu muda
- menopouse terlambat
Mengapa peduli kesehatan payudara itu penting? Penyakit kanker payudara jika sudah mencapai stadium lanjut sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Ketahanan hidup pasien penderita kanker payudara dipengaruhi oleh tingginya stadium kanker yang diderita. Pada pasien dengan stadium I, harapan hidupnya masih 100% dan bisa disembuhkan. Pada stadium IIA, kanker mulai menyebar ke kelenjar getah bening dan harapan hidup menjadi 92%. Semakin turun menjadi 81% pada stadium IIB. Kanker stadium selanjutnya sudah menjalar ke organ tubuh lain. Pada stadium IIIA tingkat harapan hidup pasien tinggal 67%. Turun lagi menjadi 54% pada stadium IIIB. Terakhir, pasien dengan stadium IV hanya punya harapan hidup sebesar 20% saja.
Fakta tentang kanker payudara di Indonesia adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang bahaya kanker payudara. Kebanyakan pasien yang datang berobat sudah mengalami kerusakan payudara sebesar 60%-70%.Dengan kata lain, sudah sangat parah baru meminta pertolongan medis. Banyaknya terapi alternatif membuat pasien meniadakan tindakan medis dan lebih memilih untuk mengobati kanker dengan beragam terapi pilihannya sendiri. Padahal, segala terapi alternatif yang ditawarkan tersebut belum tentu bisa mengobati kanker bahkan menghilangkan kanker untuk selamanya.
![]() |
Terapi alternatif yang sering didatangi pasien kanker |
Jadi, bagaimana terapi kanker payudara yang benar? Prinsip penting sebelum memulai terapi adalah: semakin dini stadium saat penyakit ditemukan semakin tinggi angka ketahanan hidup penderita. Terapi stadium awal punya banyak pilihan untuk ditawarkan dan biaya yang dikeluarkan juga lebih rendah.
Terapi kanker payudara pilihan pertama adalah operasi. Operasi dapat mengeliminasi sumber kanker yang berpotensi menyebar. Ada juga terapi tambahan selain operasi untuk memperkecil angka kekambuhan.
Operasi kanker payudara paling konvensional adalah masektomi. Masektomi adalah pengangkatan seluruh jaringan payudara beserta kelenjar getah bening ketiak yang merupakan tempat penyebaran pertama kanker payudara.
Sebagai wanita, tindakan masektomi selalu dibayangi kekhawatiran akan kehilangan payudara. Khawatir dirinya tidak menarik lagi di mata suami (atau calon suami) tanpa payudara. Saat ini masektomi bisa dilakukan bersamaan dengan rekonstruksi payudara dengan operasi plastik.
Teknologi canggih menawarkan operasi dengan tetap mempertahankan payudara dengan metode BCS (Breast Conserving Surgery). Yaitu mengambil jaringan-jaringan kanker melalui sayatan operasi.
Kecemasan pasien untuk operasi lainnya adalah resiko pembengkakan pada lengan (limfedema) yang dioperasi akibat pembersihan kelenjar getah bening di ketiak (resiko 15-20%).
Metode lainnya adalah Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB), yaitu biopsi kelenjar getah bening yang pertama mendapat penyebaran. Dilakukan bila belum terdapat pembesaran kelenjar getah bening di ketiak saat diagnosis awal. Pembersihan kelenjar getah bening di ketiak lebih selektif. Hanya dilakukan pada pasien yang terbukti sudah terdapat penyebaran. Keuntungannya: pasien terhindar dari bengkak lengan (limfedema).
Terapi tambahan pada kanker payudara:
- terapi radiasi
- kemoterapi
- terapi target
- terapi hormon
Setelah memahami tentang penyakit kanker payudara, sebagai individu yang sehat sudah seharusnya kita menjaga kondisi agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut. Caranya adalah menjalani pola hidup sehat.
Beberapa cara hidup sehat sebagai upaya menghindari kanker:
- diet rendah lemak
- cukup nutrisi yang mengandung vitamin A, D, dan asam folat.
- olahraga teratur, 5 kali seminggu selama 30 sampai 60 menit
- tidur malam cukup dan berkualitas
- hindari polusi dan zat karsinogenik
- lakukan skrining secara teratur
Usai menyampaikan materi, selanjutnya adalah sesi tanya jawab dari peserta seminar. Beragam pertanyaan dilontarkan, bahkan ada juga peserta yang sharing pengalaman pribadinya saat menderita kanker.
![]() |
Sesi tanya jawab |
Setelah menjawab semua pertanyaan, Dr.Farida pamit pulang karena ada keperluan lain. Sebelum berpisah, saya sempat meminta Dr.Farida untuk berfoto bareng di depan ruangan seminar. Terima kasih untuk sharing ilmu yang bermanfaat, Bu Dokter.
![]() |
Foto bareng Dr.Farida (nomor tiga dari kanan) |
Selanjutnya adalah penyampaian materi sesi kedua berupa talk show bersama nara sumber dari dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Untuk sesi ini saya tidak bisa ikut menyimak. Saya harus mengatur waktu untuk mengikuti tes usg mamae sebagai deteksi dini kanker payudara. Deteksi berupa usg mamae ini dilakukan di dalam mini bus khusus yang ada di halaman aula. Tentu saja, kegiatan ini termasuk dalam acara seminar Waspada Kanker.
![]() |
Mini bus untuk usg mamae |
Kenapa saya sangat antusias untuk mengikuti tes ini? Tentu dong! Kapan lagi ada pemeriksaan medis seperti ini dengan harga terjangkau. Terjangkau? Iya, konon pemeriksaan yang sama di rumah sakit membutuhkan biaya sekitar 300 sampai 500 ribu. Sedangkan pada acara ini, peserta seminar cukup membayar 150 ribu rupiah saja. Sayang untuk dilewatkan bukan?
![]() |
Alat usg |
Setelah mengantri, saya dipanggil masuk untuk diperiksa. Seorang dokter cantik dengan sabar membimbing saya selama pemeriksaan.Beberapa foto USG langsung tercetak. Hasilnya sudah bisa kelihatan: saya sehat dan tidak ada tanda-tanda tumor pada payudara. Alhamdulillah.
Meskipun hasil USG baru bisa diambil di tempat panitia seminggu kemudian, saya sangat senang dengan hasil pemeriksaan ini. Mari mulai menjaga kesehatan kita yang sebagai harta yang paling berharga. Deteksi dini kanker payudara penting untuk mencegah resiko berkembangnya penyakit kanker payudara. Early detection saves lives.
Meskipun hasil USG baru bisa diambil di tempat panitia seminggu kemudian, saya sangat senang dengan hasil pemeriksaan ini. Mari mulai menjaga kesehatan kita yang sebagai harta yang paling berharga. Deteksi dini kanker payudara penting untuk mencegah resiko berkembangnya penyakit kanker payudara. Early detection saves lives.
Jadi sebelum melakukan mammograp di USG Mamae dulu ya mba? Trus kalau belum usia 30 boleh ga melakukan Mammogram?
BalasHapuslangsung periksa mammografi jg bisa, mbak. gppa jika ingin periksa mamografi sbl usia 30 tahun. lebih bagus :)
HapusKira-kira 20 tahun yang lalu bunda pernah melakukan test mamography, hasilnya aman dan bersih. Setelah itu gak pernah lagi check-up. Mudah-mudahan tetap bersih. Aamiin.
BalasHapusaamiin...moga sehat terus ya bunda :)
HapusMobil utk USg itu kemana aja ya rute muternya. Berguna banget itu
BalasHapusadanya pas event tertentu aja mak
Hapusthanks sharingnya
BalasHapussama2
HapusHaid terlalu muda juga bisa jadi faktor resiko, ya.
BalasHapusAlhamdulillah hasilnya aman. ^^
Keren, lengkap infonya. TFS ya mak
BalasHapussama2 mak
Hapussubhanalloh.. salut ih...ina bisa merekam peristiwa secara detil, menuangkannya dalam tulisan yang sarat info dan manfaat.. keren banget..blogger sejati. sukses terus ya ina..jazakillah khoyr bs ikut partisipasi dan sharingnya.
BalasHapusmakasih ya ada fotoku ikut nampang hehe..
aamiin... nuhun jg miaa yg udh ajak ke acara ini.
Hapushehe iya, kita nampang bareng nih
setelah baca ulasannya ikut deg2an baca hasil usgnya mak ina.. alhamdulillah sehat2 ya mak :)
BalasHapusaih, makasih desi udh ikut deg2an. alhamdulillah bersih. aamiin :)
HapusMenopause terlambat itu ternyata tidak baik juga ya buat kesehatan...terima kasih sharingnya mbak...
BalasHapussama2 mbak retno
Hapuswah belum pernah nih mba
BalasHapusayo ditest mbak fitri
HapusDeg-deg an. keren mak Inna lengkap sekalimaterinya,bermanfaat dan bookmark buat tambahan pengetahuan,penting juga ya mamo, blm ngecheck. makasi mama inna
BalasHapusiya erna sayang. tengkiyu jg udah ikut deg2an :D
HapusDuh aku gak jadi dateng kemarin soale masih tepar. Makasih atas infonya ya mbak
BalasHapusiya kemaren aku tungguin, hehe.
Hapusmasama evv ^_^
sadari memang sangat penting, dan rangkaian prosedur yang harus dijalani memang panjang sekali. Semoga selalu sehat ya
BalasHapusiya mak indah. salut u semangat mak indah u menjalani semuanya. sehat selalu buat mak indah yg nun jauh di amrik sana yaa *muah*
HapusNice sharing Mbaak. Aku juga sering Sadari, karena takut bahkan sampai paranoid. Baca postingan ini jd punya gambaran ttg pencegahan kanker
BalasHapussemoga bermanfaat :)
Hapussadari ya mak kalau pas mandi, aku seringnya mandi bebek jadi kalau mau periksa suka lupa :))
BalasHapusayoo jngn mandi (sama) bebek lagi :D
HapusJika mengurut payudara kanan, maka tangan kiri yang diangkat. Demikian juga sebaliknya.
BalasHapusMengurut payudara kanan itu pakai tangan kiri atau tangan kanan mak? Bingung sama kalimat di atas :(
saat hendak mengurut payudara kanan, gunakan tangan kiri. sedangkan tangan kanan diangkat ke atas.
Hapusbegitu pula sebaliknya. saat mengurut payudara kiri, gunakan tangan kanan. tangan kiri diangkat ke atas.