Kamis, 02 Februari 2023

Temu Kangen Kumpulan Emak Blogger di HUT KEB 11 Tahun



Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan langkah semangat para emak blogger untuk bertemu. Sudah lama tidak ada kegiatan blogger selama pandemi. Inilah saatnya kopdar alias tatap muka setelah sekian lama mager di rumah aja.

Nggak nyangka, saya bisa hadir ke event KEB 11 Tahun. Yaitu syukuran tambah usia komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) di Jakarta. Terakhir, dulu banget ke Ultah KEB ke 3 di Bandung. Setelah itu nggak bisa dateng lagi ke acara ultah berikutnya karena riweuh. Tapi beberapa acara KEB selain ultah, saya sempat dateng lho. 
>>>> Read More >>>>

Kamis, 28 Juli 2022

Travel ke Lombok Day 2: Snorkeling di Gili Nanggu dan Makan Sate Rembiga

Lombok hari kedua adalah yang paling dinantikan. Kenapa? Karena kita mau main air sepuasnya di pantai! Hasil diskusi sebelum berangkat dengan tur guide, kami disarankan ke Gili Nanggu untuk kegiatan snorkeling. 

Kenapa nggak ke Gili Terawangan aja yang sudah terkenal? Untungnya saya, Bapa, dan Aa kecil sudah pernah ke Gili Terawangan dulu banget. Waktu itu memang suasananya ramai dan banyak bule berjemur. 

>>>> Read More >>>>

Rabu, 27 Juli 2022

Travel ke Lombok Day 1 part 2: Desa Adat Sasak Sade Rembitan dan Makan Ayam Taliwang

Lanjutan dari cerita jalan-jalan ke Lombok. Masih di hari pertama. Setelah kunjungan ke Sirkuit Mandalika, Bukit Seger, dan Pantai Kuta Lombok... selanjutnya adalah ke Desa Adat Wisata Sade Rembitan.

Oia, sekilas dikit tentang itenary. Sebelum berangkat, Bapa sudah chat dengan travel guide-nya tentang itenary. Ditawarkan beberapa opsi. Kami menyepakati pilihan tempat wisata yang disesuaikan dengan kesukaan 3 boyz. Jadi sengaja pada hari pertama jadwalnya padat supaya di hari berikutnya bisa konsen di tempat wisata yang lain.

>>>> Read More >>>>

Selasa, 26 Juli 2022

Travel ke Lombok Day 1 part 1: Sirkuit Mandalika, Bukit Seger, dan Pantai Kuta

Liburan bulan Juni kemarin adalah liburan yang penuh kesan. Gimana enggak, setelah lama dikurung oleh pandemi, akhirnya kita semua bisa bebas pergi liburan ke luar kota. Seneng banget kan.

Berhubung ini libutan pertama setelah pandemi, pastinya bakal ruaamee. Yup, banyak yang sudah bosen dan nggak sabar pengen liburan bareng keluarga lagi. Tidak terkecuali kami sekeluarga. 

Sebelum pandemi, setelah liburan ke Pangandaran di tahun 2000 rencananya liburan berikutnya adalah ke Malang. Suka diselang-seling gitu. Kalau habis ke pantai maka berikutnya main ke gunung. 

>>>> Read More >>>>

Jumat, 14 Januari 2022

Hari-hari terakhir bersama Cilu


Menguatkan diri untuk menulis ini di blog. Baru lihat foto-fotonya saja bikin sedih. Apalagi menulisnya. Merasa harus ditulis. karena Cilu adalah bagian dari keluarga dan kenangan indah di keluarga kami.

Ya, kini Cilu sudah tiada. Tidak lagi menemani hari-hari kami selama lebih dari... berapa lama ya Cilu bersama kami. Jumpa pertama dengan Cilu sekitar bulan Juli 2014.
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 13 Juni 2020

Pada Suatu Masa Bernama Corona

Pada suatu masa bernama Corona... kelak ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Pada tanggal 15 Maret 2020, seharusnya kami sekeluarga berangkat ke Subang untuk mengantar Kk Rasyad ke pesantren. Namun sehari sebelumnya, ada pengumuman bahwa libur pesiar (libur usai UTS) diperpanjang selama dua minggu. Begitu pula kabar dari sekolah Aa Dilshad dan Dd Irsyad, sekolah diliburkan 2 minggu. 

Namanya anak-anak, dibilangin libur panjang malah pada girang. Seneng banget mereka bisa mager bareng bersama di rumah aja. Nggak usah ke sekolah, nggak usah ke pesantren. Heu heu heu...

Wajah girang Kk waktu dijemput pulang

Sejak saat itulah, kami sekeluarga secara komplit ada di rumah semua. Sampai tulisan ini diketik, total sudah 2 bulan lebih kami dikurung di rumah! Sekolah dilakukan dari rumah, school from home dengan menggunakan jaringan internet. Pakai aplikasi Google Class Room dan Zoom. 

Bapa dan para pekerja kantoran menjalani work from home. Berhubung kerjaan Bapa di bidang farmasi, jadi beliau masuk kantor seminggu 2 kali. Perekonomian terpukul karena banyak usaha yang terkena imbas dari situasi ini. 

Self isolation

Ada apa gerangan?

Bumi dilanda pandemi virus Corona atau Covid19. Virus berbahaya ini menyerang saluran pernapasan. Jika terinfeksi, penderita akan mengalami sesak napas berat. Pada penderita yang punya penyakit berat lainnya, banyak yang tidak bisa bertahan hidup. Yap, ini adalah virus yang mematikan. 

Selengkapnya tentang virus Corona, sila googling saja ya. Saya nggak mau bahas itu virus di blog ini. Saya mau cerita dampaknya aja. Gara-gara si virus nakal, orang-orang disuruh melakukan isolasi diri untuk menekan penyebaran virus di masyarakat. Nggak boleh berkerumun, ketemu orang banyak, mengadakan pertemuan, dan berinteraksi dengan kontak fisik. 

Jika terpaksa harus keluar rumah, harus membentengi diri dengan menggunakan masker. Sering-sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Dalam waktu singkat, masker dan hand sanitizer pun jadi barang langka. Kalau ada, harganya jadi mahal banget. Untung Bapa dapet jatah hand sanitizer dari kantor dan masih ada stok masker di rumah.

Hand sanitizer yang langka di pasaran

Barang-barang yang dibeli atau paket yang datang kudu disterilkan dulu sebelum masuk rumah. Kalau nggak dicuci ya disemprot desinfektan. Habis dari luar, baju pergi langsung dicuci. Sekalian mandi lagi. Riweuh emang.

Untungnya kita sempat makan bareng di luar untuk yang terakhir kalinya. Udah direncanain kalo Kk Rasyad libur, mau diajak makan ke Shabugram. Seminggu kemudian setelah makan-makan, terbitlah larangan pemerintah untuk membuka resto dan tempat makan. Jadi semua tempat makan hanya boleh menyediakan makanan yang dibawa pulang, nggak boleh makan di tempat. 

Makan-makan di Shabugram (Aa ga kefoto)

Paketnya banyak juga ya

Yang terjadi selama masa karantina pandemi covid19

1) School from home

Setiap hari, muncul tugas baru yang harus dikerjakan anak-anak di rumah lewat aplikasi Google Class Romm. Ada yang disuruh nulis lalu difoto, ngetik di ms word lalu kirim filena, isi kuis online, kirim audio, sampai kirim video,

Tugas motret sekeluarga lagi berjemur

Untuk Aa Dilshad, awalnya tugas rumit dan lumayan banyak. Padahal Aa udah mau tamat SMA. Ternyata tugas-tugas tersebut hanya untuk mengingatkan anak-anak akan materi pelajaran sebelum ujian nasional dilaksanakan. Dan ternyata, UN dibatalkan. Generasi lulusan SMA tahun 2020 pun lulus tanpa nilai UN. Katanya mereka disebut generasi corona.

Untuk Kk Rasyad, tugasnyajuga banyak per mata pelajaran. Ada tenggat waktu sekitar 2 sampai 3 hari. Tingkat kesulitannya juga lumayan. Materi pelajaran di awal memang bejibun, maklum guru-gurunya bersemangat banget ngasih tugas. Seiring berjalannya waktu, tugas mulai mengendur. Paham akan tingkat stress selama masa pandemi. 

Untuk Dd Irsyad, awal mulai belajar idem banyak banget tugasnya. Emaknya sampai kewalahan membimbing si Dd yang susah banget disuruh belajar ini. Tugasnya sehari harus selesai gitu. Belum lagi tugas dari TPA tempat ngajinya. Bener-bener deh...

Tugas membantu Ibu di rumah

Beruntung ada bulan puasa, tugas-tugas sekolah mengendor, karena ditambah dengan tugas laporan ibadah. Saya pun bisa bernapas agak legaan sedikit.

2) Dapur ngebut yang selalu ngebul

Selama semua ada di rumah, saya kerjaannya jadi lebih banyak nangkring di dapur. Yaeyalah... semua orang kan perlu makan. Mau beli... parno dan takut bokek. Jadi amannya yaa masak terus deh.

3) Bulan Puasa di tengah pandemi

Alhamdulillah banget ada bulan puasa. Saya terbantu banget nggak terlalu capek masak lagi karena pada puasa, haha. Walaupun teuteup yak masak buat sahur dan buka puasa mah wajib hukumnya.

Foodprep kudu lah

Masak mulu... makan mulu

4) Gabut jadi suka iseng

Emang sih di rumah mulu yaa bosen rasanya. Kalau nggak mentok-mentoknya main hp mulu, yaa cari keusilan di rumah. Tentunya selain makan melulu kalo lagi ga puasa ya. Salah satu keusilan adalah seperti pada foto berikut. Dd Irsyad dan Kk Rasyad iseng naro tetesan susu di pipi supaya dijilatin sama Cilu. Ada-ada aja deh!

Bocah iseng: naro susu biar dijilat Cilu

Okedee sekian dulu tulisan singkat dari saya. Jangan lupa tetap taati protokol kesehatan ya. Semoga pandemi segera berlalu, aamiin.

Pake masker harus dong!


>>>> Read More >>>>

Sabtu, 23 Mei 2020

Cilu Sakit Paru-paru


Sudah lama tidak update cerita tentang Cilu. Kondisi Cilu tadinya sehat, tiba-tiba Cilu sakit seperti pilek. Napasnya berat dan kayak susah kalau mau batuk.

Akhirnya Cilu dibawa ke dokter dan ternyata harus rawat inap untuk diuap secara berkala. Cilu diopname selama 8 hari. Diuap setiap pagi dan sore. Setiap hari, saya pasti nengokin Cilu. 

Saat itu bulan puasa, jadi saya datang pagi hari sekitar jam 9 atau jam 10 saat klinik buka. Kalau datang sore kan riweuh persiapan buka puasa. Beruntung kliniknya dekat rumah dan masih satu komplek. Saya cukup bolak-balik pakai sepeda, ga sampai 10 menit juga sudah sampai.


Berikut cuplikan ceritanya yang terangkum di Instagram @ucingbelangtilu yang khusus dibuat untuk Cilu.

Rabu, 13 Mei 2020

Kondisi terbaru Cilu yg diopname sejak hari Jumat (8 Mei). Tadinya Cilu mau Ibu bawa pulang. Ibu pikir kalo Cilu mau menyerah, Ibu bakal menemaninya di rumah sampai saat terakhirnya.

Hari ini nyari kandang karena Cilu ga mungkin tidur di kasur selama sakit (kemarin 3 kasur diompoli). Alhamdulillah dipinjemin kandang kucing sama Mama Kiran, makasih banyak.

Begitu mau dijemput, ternyata Cilu belum boleh dibawa pulang.⁣

Komentar drh. Wakhid: ⁣

"Kondisi Cilu masih belum stabil. Kemarin baru saya ganti antibiotiknya yang lebih paten memakai antibiotik injeksi, dan Alhamdulillah sepertinya Cilu ada respon setelah diberi antibiotik itu.⁣ Saya menyarankan, hari Sabtu kita lihat perkembangannya. Karena Cilu harus diberi antibiotik minimal sampai 5 hari, fluid therapy, dan uap. Jika memungkinkan, boleh dibawa pulang.⁣ Namun apabila tetap mau dibawa pulang, setiap hari harus dibawa ke sini untuk injeksi antibiotik dan fluid therapy (pagi) dan uap 2x (pagi dan sore).⁣ Waktu dirumah juga makan harus tetap dipaksa sesering mungkin dan sebanyak mungkin. Harus masuk semua makannya karena Cilu sudah mulai menunjukkan perkembangan positif,"⁣

Cilu di klinik saat perawatan

5 hari pertama sejak Cilu diopname, Ibu stress sampe sakit kepala. Skr Ibu udah pasrah. Kalo inget Cilu, Ibu suka halu ngerasa ada Cilu di samping Ibu ๐Ÿ˜ญ⁣

Kondisi Cilu skr sudah lebih bertenaga. Bahkan diperlukan 2 orang buat nyuapin dan nyekokin obatnya (karena Cilu udah bisa ngamuk dan kabur).⁣

Kamis 14 Mei 2020

Cilu skr malah jadi pilek...

Ngeluarin Cilu dari kandangnya di klinik, malah mau kabur ke kolong. Ibu ajak ngomong lamaaa banget pagi itu. Mulai dari perasaan Ibu yg kehilangan Cilu di rumah, cerita si Boss kucing tetangga yg makin bandel, sampe nasehatin dan nyemangatin buat sembuh.


Santai di teras klinik

Kamis 14 Mei 2020. Dikirimin 2 video ini dari klinik. Duh, Ibu sampai nangis terharu... Cilu mau mandi dan minum! Lihatnya udah seneng banget.




Sebelum pulang tadi, Ibu jg lihat Cilu yg dipaksa makan dan minum obat. Karna mulai ngamuk, jadi kudu berdua buat nyekokin Cilu. Ibu lihat cara Pak Dokter dan istrinya nyuapin Cilu. Biar di rumah nanti berdua Aa ikutin cara yg sama. Ga tega emang. Tapi harus, supaya Cilu bisa makan dan minum obat.

Jumat 15 Mei 2020. 

Alhamdulillah lega banget Cilu mau makan sendiri๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Dokter bilang Cilu mulai ngamuk kalo dicekokin makanan. Saya bawain makanan kesukaan Cilu, yaitu tongkol iris. Begitu disodorin langsung lahap habis 2 potong!
Sore harinya, nengok Cilu lagi. Cilu ga mau minum, jadi diinfus lagi. Yang paling bahagia adalah... Cilu udah bisa ngomel dan manja2๐Ÿ’•
Moga besok lebih baik lagi ya kondisinya... aamiin.

Kemudian...

Alhamdulillah... Cilu pulang! Sampai rumah, ga mau masuk kandang. Inpeksi rumah dulu, terus ke tempat favoritnya kalo lagi ngambek: kolong tangga tempat tidur tingkat.⁣

Terima kasih buat dokter Wakhid dan istri yang udah sabar merawat Cilu (terutama nyekokin makanan dan obatnya). Umur Cilu jadi bisa diperpanjang lagi. Saya belum siap kalo harus secepatnya berpisah dari Cilu ๐Ÿ˜ข⁣

Untuk ukuran kucing tua (10 tahun), Cilu termasuk sehat menurut dokter. Gemuk dan terawat karena udah disteril. Kucing yg udah disteril biasanya punya usia lebih panjang daripada kucing yg ga disteril.⁣

Cilu difoto sebelum pulang dari klinik

Cilu sakit paru-paru. Sakitnya ini karena udah lama ditahan sama Cilu. Jadi udah kronis gitu. ⁣Mudah2an Cilu bisa lebih lama lagi bersama kami sekeluarga, aamiin.⁣

Senin 18 Mei 2020. 

Cilu ikut shalat tarawih lagi. Berhubung ini musim corona, jadi semua warga shalat tarawih di rumah. Ga boleh ke mesjid dulu supaya penularan virus tidak meluas.

Cilu ikut tarawih di rumah

Setelah bertahun2, akhirnya Cilu dimandiin๐Ÿ’•⁣⁣
⁣⁣
Dulu, sebelum disteril Cilu harus mandi sebulan sekali habis kawin. Kalo ga dia dekil dan jelek banget abis pacaran sambil guling-guling di tanah.⁣⁣

Cilu berjemur habis mandi

Biasanya kalo dimandiin Cilu bakal ngamuk, lalu Ibu yg mandiinnya ikut basah kuyup. Etadi Cilu malah anteng dan seperti menikmati dibersihin. Mungkin dia udah ga betah badannya lengket habis diopname dan belepotan lengket bekas dijejelin obat. Alhamdulillah...
⁣⁣
Habis mandi, maunya Ibu Cilu berjemur. Sengaja dimasukin ke kandang biar ga kabur. Tapi Cilu pengen berjemur sendiri. Senangnyaaa skr Cilu ga bau amis obat lagi ๐Ÿ˜

>>>> Read More >>>>

Sabtu, 15 Februari 2020

Aneka Olahan Talas yang Nikmat dari Hutan Sumber Pangan

hutan sumber pangan

Sejak tinggal di Bogor, saya merasa senang karena banyak kuliner enak di kota hujan ini. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Bogor adalaha talas. Nama talas bogor sudah terkenal dan kerap dijadikan oleh-oleh bagi para siapa saja yang berkunjung ke Bogor.

Sampai sekarang, jika ada kerabat yang datang berkunjung pasti pulangnya saya siapkan talas bogor sebagai oleh-oleh. Talas bogor yang tumbuh subur terdapat di hutan kini banyak ditemui di warung sayur terdekat. Saya bisa mengolah talas bogor di rumah kapan saja. Asyik bukan?



Talas dari Hutan Sumber Pangan


Dulu, rumah masa kecil saya terletak di dekat hutan. Saat iseng main ke sana, saya senang sekali karena banyak menemukan pangan dari hutan. Termasuk talas sebagai sumber pangan ini tumbuh subur di dalam hutan.

Kenangan indah saya bersama tanaman talas adalah pada daunnya. Daun talas yang unik berbentuk perisai besar dapat dimanfaatkan sebagai payung. Dulu ketika asyik bermain di hutan, tiba-tiba hujan turun. Saya pun memetik daun talas untuk dijadikan sebagai payung dan sampai di rumah tanpa basah kuyup kehujanan. Rupanya ada pori-pori halus pada daun talas yang membuatnya menjadi kedap air dan cocok dijadikan sebagai pelindung kepala dari air hujan.


hutan sumber pangan
Tanaman talas (foto: Wikipedia)

Talas mempunyai nama latin Colocasia esculenta. Umbinya adalah bagian favorit untuk dimakan. Selain banyak mengandung karbohidrat dan air, umbi talas segar juga mengandung protein, sedikit lemak, dan kaya kalsium, fosfor, besi, vitamin C, tiamin, riboflavin, dan niasin.

hutan sumber pangan
Talas Bogor (foto: pribadi)
Bagian talas lainnya yang bermanfaat adalah daun muda yang digunakan sebagai pembungkus masakan yang bernama buntil. Selain itu daunnya juga dimanfaatkan sebagai pakain ikan. Bahkan campuran dari daun, batang, dan umbinya kerap digunakan sebagai pakan ternak.

Jenis talas banyak ragamnya. Ada talas pandan, talas ketan, talas banteng dan juga talas lahun anak,talas lampung hingga ta­las bentul. Jenis talas yang ada di Bogor meliputi talas sutera, talas bentul, dan talas ketan. Masing-masing jenis punya ciri khas warna umbi dan kepulenannya. Misalnya talas pandan punya aroma wangi dan berwarna keunguan dan pelepahnya agak merah berbentuk lonjong. 


Talas sudah go internasional dengan nama taro. Jika diubah jadi olahan makanan maupun minuman, talas identik dengan warna ungu. Meskipun umbinya sebagian besar berwarna putih, inspirasi warna ungu didapat dari jenis talas pandan. Selain itu, warna ungu dapat membuat hidangan terlihat lebih menarik dan menggugah selera.


Oia, talas juga berkhasiat sebagai obat, lho. Daun dan tangkainya bisa mengobati luka borok atau bisul karena mengandung polifenol. Ternyata talas dari hutan ini banyak manfaatnya, ya!

Hati-hati saat hendak mengolah talas. Tanaman talas punya getah yang bisa membuat gatal kerena mengandung kalsium oksalat. Oleh karena itu talas tidak bisa dikonsumsi langsung dan harus diolah terlebih dahulu. Supaya tangan tidak gatal, cara mengupasnya adalah dengan tidak memegang umbi talas secara langsung. Atau bisa juga mengupas dengan melumuri talas dengan garam terlebih dahulu. 


Aneka Olahan Talas Hutan yang Nikmat

Talas bisa diolah dengan cara dikukus, digoreng, direbus, dipanggang, atau diolah menjadi tepung untuk bahan kue. Rasa umbi talas sedikit manis dan tawar. Jadi netral bisa buat dibuat jadi olahan makanan apa saja.

Berikut ini adalah beberapa olahan dari talas yang digemari masyarakat:

1. Hidangan Berkuah

Talas bisa diolah jadi hidangan berkuah yang nikmat. Dari bagian umbinya bisa dibuat jadi kolak atau gulai. Ada nih hidangan berkuah populer yang nikmat dari talas, yaitu sayur lompong. 

Sayur lompong adalah sayur khas Jawa Barat. Dibuat dari bagian pucuk tangkai daun talas yang masih muda. Bisa dimasak dengan atau tanpa santan kelapa. Saya sempat mencicipi sayur lompong buatan almarhumah ibu mertua. Rasanya enak, lho! 


hutan sumber pangan
Sayur lompong (foto: inews.id)

2. Talas Kukus

Talas kukus adalah camilan mudah dan sederhana serta sehat. Talas kukus biasanya disajikan ber­sama dengan taburan kelapa parut. Beberapa ada yang menyajikannya bersama dengan gula pasir.


hutan sumber pangan
Talas yang sudah dikukus (foto: pribadi)

Di Bogor, talas kukus dikenal dengan nama aseupan talas. Pedagang kaki lima yang menjajakan aseupan talas bisa ditemui di Jalan Suryakencana Bogor dan kawasan ramai lainnya. 
hutan sumber pangan
Talas aseupan (foto: pesona.travel.com)

Mau bikin talas kukus alias aseupan talas sendiri di rumah juga bisa. Caranya gampang banget. Cuma dikukus saja, lalu setelah matang ditaburi kelapa muda parut. Jika suka, bisa ditambahkan gula pasir. 

hutan sumber pangan
Talas kukus tabur kelapa (foto: pribadi)

Sebagai variasi, pada kesempatan lain saya mengolah talas kukus dengan tambahan toping menggunakan susu kental manis coklat. Rasanya hmm nikmat! Dengan ditambahkan rasa coklat, anak-anak lebih menyukainya.


hutan sumber pangan
Talas kukus plus susu kental manis 
rasa coklat (foto: pribadi)


3. Talas Goreng Garing

Talas goreng paling enak dinikmati panas-panas buat cemilan berat. Cara bikinnya juga nggak ribet. Cukup potongan talas direndam sebentar dengan garam, lalu goreng deh. Sedap!


hutan sumber pangan
Talas goreng garing (foto: Sajian Sedap)

Hidangan dari talas dengan cara digoreng ini bisa dibuat jadi berbagai variasi lho! Ada talas goreng dengan dibuat bola-bola talas, bakwan, perkedel, combro, bakso talas, kroket, atau talas goreng tepung. Bahkan ada olahan masakan cina populer berupa talas goreng berbentuk bola dan berbumbu yang disebut uyen.

hutan sumber pangan
Uyen (foto: Just Kitchen, bacaresep.com)

4. Keripik Talas

Keripik talas yang garing dan renyah bisa buat cemilan ringan di saat santai. Sekarang sudah banyak dijual keripik talas dalam bentuk lempengan tipis dan ada juga yang berbentuk stik kecil yang renyah.
hutan sumber pangan
Keripik talas (foto: Shopee)


5. Aneka Kue dan Bolu dari Tepung Talas

Selanjutnya, umbi talas bisa diolah menjadi tepung talas. Tepung talas dibuat dengan cara mengeringkan umbi talas lalu dihaluskan hingga menjadi tepung talas siap pakai. Tepung talas bisa menggantikan bahan tepung dalam pembuatan roti dan kue. 

Banyak sekali hasil kerasi dari tepung talas, Mulai dari aneka kue tradisional seperti kue talam, getuk klepon, onde-onde, dan kue lumpur. Hingga kue moderen seperti donat, bakpau, bolu, muffin, crepes, makaron, dan brownies. 


hutan sumber pangan
Kue bolu dari talas (foto: pribadi)

5. Minuman dari Talas

Minuman rasa talas? Kayak apa rasanya? Rasanya yaa manis-manis gitu deh. Sama kayak kalau kita makan bolu talas. Nah ini bayangin aja rasa manis bolu talas berubah jadi minuman. Bingung kan? Makanya, cobain sendiri deh, pasti suka!

Seperti minuman yang berikut ini adalah kopi latte dengan rasa taro alias talas, namanya taro latte. Bisa dinikmati hangat maupun dingin. Seger deh!

hutan sumber pangan
Minuman taro coffee latte (foto: pribadi)


6. Dessert dari Talas

Jadi lauk sudah, cemilan banyak banget, minuman sudah, nah kalau jadi desert alias pencuci mulut? Bisa banget pakai talas. Ada puding talas dan es krim talas. Kalau lagi jalan-jalan ke mall dan mampir di gerai es krim, pasti ketemu es krim taro dengan warna ungu menggoda. 

hutan sumber pangan
Es krim talas (foto: Mc Donals Indonesia)


Oleh-oleh Khas Bogor Kekinian dari Talas

Begitu banyak olahan yang bisa dibuat dengan berbahan dasar talas membuat kita bisa berkreasi tanpa batas. Seperti yang dilakukan oleh para pedagang oleh-oleh di Kota Bogor. 
Dengan sumber daya alam talas pangan dari hutan yang melimpah, terciptalah oleh-oleh kekinian khas Bogor. 

Mengikuti perkembangan jaman dan selera kaum anak muda milenium, oleh-oleh khas Bogor kekinian yang dibuat dari talas menjadi hit. Jika para mamah generasi saya suka bawa talas mentah untuk dimasak, maka para generasi milenial memilih oleh-oleh praktis langsung santap berupa kue dan bolu talas khas Bogor.

Sudah tahu lapis bogor? Nah, kue bolu kekinian dari talas ini masih jadi idola oleh-oleh Bogor sampai sekarang. Saya sendiri kerap membelinya untuk suguhan acara di rumah atau buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat dekat.


hutan sumber pangan
Lapis Bogor dari bahan talas (foto: pribadi)


Selain lapis bogor, olahan kue kekinian dari talas lainnya ada bika bogor talubi. Diberi nama talubi karena berasal dari talas dan ubi. Campuran dua bahan ini menghasilkan kue bika dengan tekstur yang lembut dan rasanya manis. 

hutan sumber pangan
Bika Bogor Talubi (foto: Talubi Bika Bogor)

Jika mampir ke gerai oleh-oleh khas Bogor, banyak sekali varian kue dari talas yang bisa dibeli. Mulai dari kue berukuran kecil untuk dinikmati sendiri sampai ukuran besar untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat. 


hutan sumber pangan
Bolu talas aneka rasa (foto: pribadi)

Inovasi kue kekinian berpadu dengan kue legendaris jaman dahulu menghasilkan kue spikoe talas. Ini saya sudah coba sendiri, rasanya lembuut banget. Spikoe ini jadi suguhan istimewa saat bersantai sore bersama keluarga tercinta.

hutan sumber pangan
Kue spikoe dari talas (foto: pribadi)


Melestarikan Hutan Sumber Pangan Bersama WALHI

Gimana? Kelihatan enak semua dan menggugah selera ya hasil olahan talas. Talas adalah hasil dari hutan sumber pangan. Beruntung keberadaan tanaman ini masih banyak ditemui di Bogor. Ini berkat kesadaran masyarakat untuk terus memelihara hutan sumber makanan dan paru-paru bumi. 

Sedih rasanya jika mendengar berita tentang hutan di Indonesia yang ditebang, dibakar, dan dirusak secara tidak bertanggung jawab. Selain merusak ekosistem mahluk hidup yang ada di hutan, pengrusakan hutan juga membuat kita bisa kekurangan makanan karena hutan adalah sumber pangan.

Makanan dari hutan banyak sekali ragamnya. Mulai dari tanaman yang umbinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan seperti singkong, kentang, ubi, dan talas. Buah-buahan penuh gizi. Sampai tanaman yang bisa dimasak sebagai sayuran untuk dikonsumsi. 

Kelestarian hutan jadi hal yang utama untuk WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), sebuah organisasi lingkungan hidup yang bergerak untuk menjaga hutan Indonesia. WALHI yang secara aktif mendorong upaya penyemalamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. Termasuk pengakuan hak atas lingkungan hidup, serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab negara atas pemenuhan sumber-sumber kehidupan masyarakat.  

hutan sumber pangan
WALHI Indonesia, friends of the earth of Indonesia

Untuk memperjuangkan penyelamatan lingkungan hidup, termasuk hutan sumber pangan, gerakan WALHI perlu didukung oleh gerakan sosial ekonomi yang kuat. Jika kamu ingin bergabung menjadi sahabat WALHI, dukung terus gerakan pelestarian hutan dan lingkungan. Atau bisa juga berdonasi untuk membantu dana kegiatan WALHI. 

hutan sumber pangan
Berdonasi untuk WALHI

Selangkapnya mengenai WALHI bisa dilihat di website www. walhi.or.id. Yuk bantu dukung WALHI melestarikan hutan sumber pangan agar makanan dari hutan tetap dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ketahanan pangan memperkuat ketahanan bangsa. 


#PulihkanIndonesia #RimbaTerakhir #WALHIXBPN 
#HutanSumberPangan #BlogCompetitionSeries


Sumber: Wikipedia, Pesona Travel, inews.


>>>> Read More >>>>

Sabtu, 28 Desember 2019

Mencoba Ice Skating di Winter Fantasy Land Cibinong City Mall



Liburan akhir tahun 2019 sudah tiba!

Kebetulan kami baru saja kembali dari jalan-jalan sekalian jemput Kk Rasyad di pesantren. Rutenya: Bogor - Subang - Bandung - Pantai Pangandaran - Green Canyon - Bogor. Setelah beristirahat melepas lelah, kami pun berlibur di rumah saja.

Menghabiskan sisa liburan di rumah setelah jalan-jalan kemarin, bukan berarti nggak ada aktivitas seru. Pada hari Kamis tanggal 26 Desember, saya ajak 3 boyz (Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad) main ice skating di Cibinong City Mall.⁣

Sengaja nih, saya ajak 3 boyz datang paling pagi begitu mall baru buka. Biar bisa main duluan dan mengantisipasi antrian yang mengular. Maklum, musim liburan seperti ini biasanya yang mau main ice skating suka antri atau menunggu lama untuk shift berikutnya. 
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 07 Desember 2019

Piknik Bareng Tetangga ke Taman Matahari


Sudah lama warga satu RT di komplek tidak mengadakan acara piknik bareng. Dulu banget sudah pernah ada acara piknik menginap bareng di vila di Puncak. Sudah lama banget, pas jaman anak saya masih dua. Makanya begitu ada acara piknik lagi, warga RT 03 pun antusias menyambut dengan gembira.

Pada tanggal 4 Agustus 2019, warga RT 03 menyewa dua bus untuk acara piknik ke Taman Matahari. Istilah kerennya: family gathering. Bapa tidak ikut karena ada kerjaan kantor yang harus diselesaikan di rumah. Sedangkan Aa Dilshad ada acara di sekolah. Tinggal si bungsu Dd Irsyad karena Kk Rasyad ada di pesantren. 
>>>> Read More >>>>