Sabtu, 15 Februari 2020

Aneka Olahan Talas yang Nikmat dari Hutan Sumber Pangan

hutan sumber pangan

Sejak tinggal di Bogor, saya merasa senang karena banyak kuliner enak di kota hujan ini. Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Bogor adalaha talas. Nama talas bogor sudah terkenal dan kerap dijadikan oleh-oleh bagi para siapa saja yang berkunjung ke Bogor.

Sampai sekarang, jika ada kerabat yang datang berkunjung pasti pulangnya saya siapkan talas bogor sebagai oleh-oleh. Talas bogor yang tumbuh subur terdapat di hutan kini banyak ditemui di warung sayur terdekat. Saya bisa mengolah talas bogor di rumah kapan saja. Asyik bukan?



Talas dari Hutan Sumber Pangan


Dulu, rumah masa kecil saya terletak di dekat hutan. Saat iseng main ke sana, saya senang sekali karena banyak menemukan pangan dari hutan. Termasuk talas sebagai sumber pangan ini tumbuh subur di dalam hutan.

Kenangan indah saya bersama tanaman talas adalah pada daunnya. Daun talas yang unik berbentuk perisai besar dapat dimanfaatkan sebagai payung. Dulu ketika asyik bermain di hutan, tiba-tiba hujan turun. Saya pun memetik daun talas untuk dijadikan sebagai payung dan sampai di rumah tanpa basah kuyup kehujanan. Rupanya ada pori-pori halus pada daun talas yang membuatnya menjadi kedap air dan cocok dijadikan sebagai pelindung kepala dari air hujan.


hutan sumber pangan
Tanaman talas (foto: Wikipedia)

Talas mempunyai nama latin Colocasia esculenta. Umbinya adalah bagian favorit untuk dimakan. Selain banyak mengandung karbohidrat dan air, umbi talas segar juga mengandung protein, sedikit lemak, dan kaya kalsium, fosfor, besi, vitamin C, tiamin, riboflavin, dan niasin.

hutan sumber pangan
Talas Bogor (foto: pribadi)
Bagian talas lainnya yang bermanfaat adalah daun muda yang digunakan sebagai pembungkus masakan yang bernama buntil. Selain itu daunnya juga dimanfaatkan sebagai pakain ikan. Bahkan campuran dari daun, batang, dan umbinya kerap digunakan sebagai pakan ternak.

Jenis talas banyak ragamnya. Ada talas pandan, talas ketan, talas banteng dan juga talas lahun anak,talas lampung hingga ta­las bentul. Jenis talas yang ada di Bogor meliputi talas sutera, talas bentul, dan talas ketan. Masing-masing jenis punya ciri khas warna umbi dan kepulenannya. Misalnya talas pandan punya aroma wangi dan berwarna keunguan dan pelepahnya agak merah berbentuk lonjong. 


Talas sudah go internasional dengan nama taro. Jika diubah jadi olahan makanan maupun minuman, talas identik dengan warna ungu. Meskipun umbinya sebagian besar berwarna putih, inspirasi warna ungu didapat dari jenis talas pandan. Selain itu, warna ungu dapat membuat hidangan terlihat lebih menarik dan menggugah selera.


Oia, talas juga berkhasiat sebagai obat, lho. Daun dan tangkainya bisa mengobati luka borok atau bisul karena mengandung polifenol. Ternyata talas dari hutan ini banyak manfaatnya, ya!

Hati-hati saat hendak mengolah talas. Tanaman talas punya getah yang bisa membuat gatal kerena mengandung kalsium oksalat. Oleh karena itu talas tidak bisa dikonsumsi langsung dan harus diolah terlebih dahulu. Supaya tangan tidak gatal, cara mengupasnya adalah dengan tidak memegang umbi talas secara langsung. Atau bisa juga mengupas dengan melumuri talas dengan garam terlebih dahulu. 


Aneka Olahan Talas Hutan yang Nikmat

Talas bisa diolah dengan cara dikukus, digoreng, direbus, dipanggang, atau diolah menjadi tepung untuk bahan kue. Rasa umbi talas sedikit manis dan tawar. Jadi netral bisa buat dibuat jadi olahan makanan apa saja.

Berikut ini adalah beberapa olahan dari talas yang digemari masyarakat:

1. Hidangan Berkuah

Talas bisa diolah jadi hidangan berkuah yang nikmat. Dari bagian umbinya bisa dibuat jadi kolak atau gulai. Ada nih hidangan berkuah populer yang nikmat dari talas, yaitu sayur lompong. 

Sayur lompong adalah sayur khas Jawa Barat. Dibuat dari bagian pucuk tangkai daun talas yang masih muda. Bisa dimasak dengan atau tanpa santan kelapa. Saya sempat mencicipi sayur lompong buatan almarhumah ibu mertua. Rasanya enak, lho! 


hutan sumber pangan
Sayur lompong (foto: inews.id)

2. Talas Kukus

Talas kukus adalah camilan mudah dan sederhana serta sehat. Talas kukus biasanya disajikan ber­sama dengan taburan kelapa parut. Beberapa ada yang menyajikannya bersama dengan gula pasir.


hutan sumber pangan
Talas yang sudah dikukus (foto: pribadi)

Di Bogor, talas kukus dikenal dengan nama aseupan talas. Pedagang kaki lima yang menjajakan aseupan talas bisa ditemui di Jalan Suryakencana Bogor dan kawasan ramai lainnya. 
hutan sumber pangan
Talas aseupan (foto: pesona.travel.com)

Mau bikin talas kukus alias aseupan talas sendiri di rumah juga bisa. Caranya gampang banget. Cuma dikukus saja, lalu setelah matang ditaburi kelapa muda parut. Jika suka, bisa ditambahkan gula pasir. 

hutan sumber pangan
Talas kukus tabur kelapa (foto: pribadi)

Sebagai variasi, pada kesempatan lain saya mengolah talas kukus dengan tambahan toping menggunakan susu kental manis coklat. Rasanya hmm nikmat! Dengan ditambahkan rasa coklat, anak-anak lebih menyukainya.


hutan sumber pangan
Talas kukus plus susu kental manis 
rasa coklat (foto: pribadi)


3. Talas Goreng Garing

Talas goreng paling enak dinikmati panas-panas buat cemilan berat. Cara bikinnya juga nggak ribet. Cukup potongan talas direndam sebentar dengan garam, lalu goreng deh. Sedap!


hutan sumber pangan
Talas goreng garing (foto: Sajian Sedap)

Hidangan dari talas dengan cara digoreng ini bisa dibuat jadi berbagai variasi lho! Ada talas goreng dengan dibuat bola-bola talas, bakwan, perkedel, combro, bakso talas, kroket, atau talas goreng tepung. Bahkan ada olahan masakan cina populer berupa talas goreng berbentuk bola dan berbumbu yang disebut uyen.

hutan sumber pangan
Uyen (foto: Just Kitchen, bacaresep.com)

4. Keripik Talas

Keripik talas yang garing dan renyah bisa buat cemilan ringan di saat santai. Sekarang sudah banyak dijual keripik talas dalam bentuk lempengan tipis dan ada juga yang berbentuk stik kecil yang renyah.
hutan sumber pangan
Keripik talas (foto: Shopee)


5. Aneka Kue dan Bolu dari Tepung Talas

Selanjutnya, umbi talas bisa diolah menjadi tepung talas. Tepung talas dibuat dengan cara mengeringkan umbi talas lalu dihaluskan hingga menjadi tepung talas siap pakai. Tepung talas bisa menggantikan bahan tepung dalam pembuatan roti dan kue. 

Banyak sekali hasil kerasi dari tepung talas, Mulai dari aneka kue tradisional seperti kue talam, getuk klepon, onde-onde, dan kue lumpur. Hingga kue moderen seperti donat, bakpau, bolu, muffin, crepes, makaron, dan brownies. 


hutan sumber pangan
Kue bolu dari talas (foto: pribadi)

5. Minuman dari Talas

Minuman rasa talas? Kayak apa rasanya? Rasanya yaa manis-manis gitu deh. Sama kayak kalau kita makan bolu talas. Nah ini bayangin aja rasa manis bolu talas berubah jadi minuman. Bingung kan? Makanya, cobain sendiri deh, pasti suka!

Seperti minuman yang berikut ini adalah kopi latte dengan rasa taro alias talas, namanya taro latte. Bisa dinikmati hangat maupun dingin. Seger deh!

hutan sumber pangan
Minuman taro coffee latte (foto: pribadi)


6. Dessert dari Talas

Jadi lauk sudah, cemilan banyak banget, minuman sudah, nah kalau jadi desert alias pencuci mulut? Bisa banget pakai talas. Ada puding talas dan es krim talas. Kalau lagi jalan-jalan ke mall dan mampir di gerai es krim, pasti ketemu es krim taro dengan warna ungu menggoda. 

hutan sumber pangan
Es krim talas (foto: Mc Donals Indonesia)


Oleh-oleh Khas Bogor Kekinian dari Talas

Begitu banyak olahan yang bisa dibuat dengan berbahan dasar talas membuat kita bisa berkreasi tanpa batas. Seperti yang dilakukan oleh para pedagang oleh-oleh di Kota Bogor. 
Dengan sumber daya alam talas pangan dari hutan yang melimpah, terciptalah oleh-oleh kekinian khas Bogor. 

Mengikuti perkembangan jaman dan selera kaum anak muda milenium, oleh-oleh khas Bogor kekinian yang dibuat dari talas menjadi hit. Jika para mamah generasi saya suka bawa talas mentah untuk dimasak, maka para generasi milenial memilih oleh-oleh praktis langsung santap berupa kue dan bolu talas khas Bogor.

Sudah tahu lapis bogor? Nah, kue bolu kekinian dari talas ini masih jadi idola oleh-oleh Bogor sampai sekarang. Saya sendiri kerap membelinya untuk suguhan acara di rumah atau buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat dekat.


hutan sumber pangan
Lapis Bogor dari bahan talas (foto: pribadi)


Selain lapis bogor, olahan kue kekinian dari talas lainnya ada bika bogor talubi. Diberi nama talubi karena berasal dari talas dan ubi. Campuran dua bahan ini menghasilkan kue bika dengan tekstur yang lembut dan rasanya manis. 

hutan sumber pangan
Bika Bogor Talubi (foto: Talubi Bika Bogor)

Jika mampir ke gerai oleh-oleh khas Bogor, banyak sekali varian kue dari talas yang bisa dibeli. Mulai dari kue berukuran kecil untuk dinikmati sendiri sampai ukuran besar untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat. 


hutan sumber pangan
Bolu talas aneka rasa (foto: pribadi)

Inovasi kue kekinian berpadu dengan kue legendaris jaman dahulu menghasilkan kue spikoe talas. Ini saya sudah coba sendiri, rasanya lembuut banget. Spikoe ini jadi suguhan istimewa saat bersantai sore bersama keluarga tercinta.

hutan sumber pangan
Kue spikoe dari talas (foto: pribadi)


Melestarikan Hutan Sumber Pangan Bersama WALHI

Gimana? Kelihatan enak semua dan menggugah selera ya hasil olahan talas. Talas adalah hasil dari hutan sumber pangan. Beruntung keberadaan tanaman ini masih banyak ditemui di Bogor. Ini berkat kesadaran masyarakat untuk terus memelihara hutan sumber makanan dan paru-paru bumi. 

Sedih rasanya jika mendengar berita tentang hutan di Indonesia yang ditebang, dibakar, dan dirusak secara tidak bertanggung jawab. Selain merusak ekosistem mahluk hidup yang ada di hutan, pengrusakan hutan juga membuat kita bisa kekurangan makanan karena hutan adalah sumber pangan.

Makanan dari hutan banyak sekali ragamnya. Mulai dari tanaman yang umbinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan seperti singkong, kentang, ubi, dan talas. Buah-buahan penuh gizi. Sampai tanaman yang bisa dimasak sebagai sayuran untuk dikonsumsi. 

Kelestarian hutan jadi hal yang utama untuk WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), sebuah organisasi lingkungan hidup yang bergerak untuk menjaga hutan Indonesia. WALHI yang secara aktif mendorong upaya penyemalamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. Termasuk pengakuan hak atas lingkungan hidup, serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab negara atas pemenuhan sumber-sumber kehidupan masyarakat.  

hutan sumber pangan
WALHI Indonesia, friends of the earth of Indonesia

Untuk memperjuangkan penyelamatan lingkungan hidup, termasuk hutan sumber pangan, gerakan WALHI perlu didukung oleh gerakan sosial ekonomi yang kuat. Jika kamu ingin bergabung menjadi sahabat WALHI, dukung terus gerakan pelestarian hutan dan lingkungan. Atau bisa juga berdonasi untuk membantu dana kegiatan WALHI. 

hutan sumber pangan
Berdonasi untuk WALHI

Selangkapnya mengenai WALHI bisa dilihat di website www. walhi.or.id. Yuk bantu dukung WALHI melestarikan hutan sumber pangan agar makanan dari hutan tetap dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ketahanan pangan memperkuat ketahanan bangsa. 


#PulihkanIndonesia #RimbaTerakhir #WALHIXBPN 
#HutanSumberPangan #BlogCompetitionSeries


Sumber: Wikipedia, Pesona Travel, inews.


>>>> Read More >>>>

Sabtu, 28 Desember 2019

Mencoba Ice Skating di Winter Fantasy Land Cibinong City Mall



Liburan akhir tahun 2019 sudah tiba!

Kebetulan kami baru saja kembali dari jalan-jalan sekalian jemput Kk Rasyad di pesantren. Rutenya: Bogor - Subang - Bandung - Pantai Pangandaran - Green Canyon - Bogor. Setelah beristirahat melepas lelah, kami pun berlibur di rumah saja.

Menghabiskan sisa liburan di rumah setelah jalan-jalan kemarin, bukan berarti nggak ada aktivitas seru. Pada hari Kamis tanggal 26 Desember, saya ajak 3 boyz (Aa Dilshad, Kk Rasyad, dan Dd Irsyad) main ice skating di Cibinong City Mall.⁣

Sengaja nih, saya ajak 3 boyz datang paling pagi begitu mall baru buka. Biar bisa main duluan dan mengantisipasi antrian yang mengular. Maklum, musim liburan seperti ini biasanya yang mau main ice skating suka antri atau menunggu lama untuk shift berikutnya. 
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 07 Desember 2019

Piknik Bareng Tetangga ke Taman Matahari


Sudah lama warga satu RT di komplek tidak mengadakan acara piknik bareng. Dulu banget sudah pernah ada acara piknik menginap bareng di vila di Puncak. Sudah lama banget, pas jaman anak saya masih dua. Makanya begitu ada acara piknik lagi, warga RT 03 pun antusias menyambut dengan gembira.

Pada tanggal 4 Agustus 2019, warga RT 03 menyewa dua bus untuk acara piknik ke Taman Matahari. Istilah kerennya: family gathering. Bapa tidak ikut karena ada kerjaan kantor yang harus diselesaikan di rumah. Sedangkan Aa Dilshad ada acara di sekolah. Tinggal si bungsu Dd Irsyad karena Kk Rasyad ada di pesantren. 
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 16 November 2019

Short Getaway at Highland Park Resort Hotel




Cerita liburan Lebaran yang tertunda. Biasanya kalau libur Lebaran, kami yang sudah tidak pulang kampung ini selalu pergi jalan-jalan ke suatu tempat yang agak jauhan dari Bogor. Berhubung tahun ini kesehatan saya sedang tidak baik, suami mengajak liburan di dalam kota Bogor saja. Istilah kerennya: staycation.

Mau nginep di mana? Nggak usah jauh-jauh. Kami pergi ke Highland Park Resort Hotel yang selama ini sering dilewati kalau ada keperluan ke Ciapus bagian atas. Berkunjung ke Ciapus adalah agenda rutin tiap dua minggu sekali untuk menengok kakeknya Boyz. Jadi, keberadaan Highland Park Resort ini emang sudah lama kami ketahui. Dan bikin penasaran juga pengen tahu isinya kayak gimana...
>>>> Read More >>>>

Kamis, 07 November 2019

Belajar Food Photography Styling dari Silva Sandiarini



Assalamualaikum!

Merasa mager banget nih. Lagi kehilangan hasrat mau ngapa-ngapain. Males nulis, males motret, males masak (tapi harus), sampe males ke mana-mana. Hmm, gawat juga kalo dibiarin lama nggak produktif kayak gini. Untungnya inget sudah daftar buat ikutan workshop photography. Supaya jadi pemicu biar saya nggak malas mager lagi.

Bertempat nun jauh di Bekasi (iya jauh banget buat saya yang tinggal di Bogor), saya berangkat naik commuter line alias kereta menuju rumah Mbak Eva Iphe. Workshop kali ini saya niatin banget buat dateng karena pematerinya adalah Mbak Silva Sandiarini. Saya sudah pernah ikutan workshop Mbak Silva sebelumnya yaitu basic food photography di Kemang Jakarta. 

Bedanya workshop kali ini dengan yang sebelumnya adalah kelas yang sekarang adalah semi privat, bukan rame-rame seperti sebelumnya. Wah, dijamin bisa puas bertanya dan menggali ilmu ke Mbak Silva, begitu pikir saya.
>>>> Read More >>>>

Minggu, 27 Oktober 2019

Melihat Proses Pembuatan Kain Sutra di Rumah Sutra Bogor




Melihat proses pembuatan kain sutra di Rumah Sutra adalah salah satu dari kegiatan pelatihan Telisik Sindangbarang yang diadakan oleh IDCorners. Usai kegiatan di Desa Sindangbarang selesai, para peserta diajak naik angkot lagi menuju Rumah Sutra.

You know what, jalan yang ditempuh sungguh tidak biasa. Menanjak terjal di bukit hingga angkot tidak sanggup jalan. Jadinya kami disuruh turun dari angkot dan berjalan kaki, lalu angkot yang menyusul naik ke atas pun mengangkut kami kembali. Begitu seterusnya sampai beberapa kali.

Setelah sampai lokasi, saya kaget banget karena ini dekat dengan rumah mertua dan ada di jalan besar! Ngapain tadi muter-muter nyaris nyasar ya ke pelosok rumah penduduk wkwkwk. Gapap jadi seru ada petualangan yang bisa dikenang.
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 26 Oktober 2019

Telisik Sindangbarang Bersama IDCorners dan Fujifilm


Halo semua! 

Mulai lagi jalan-jalan di seputar Bogor. Kali ini saya pergi tanpa keluarga, tapi bersama teman-teman dari ID Corners (Indonesia Corners), komunitas blogger yang suka traveling. Saat diumumkan ada event ID Corners di Bogor, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar buat ikutan. 

Event yang diadakan ID Corners adalah Telisik Kampung Budaya Sindang Barang dan 
Travel Photography & Blog Workshop. Mantul kan acaranya? Kapan lagi ada event keren di Bogor? ID Corners pula yang bikin! Cuss ah, berangkat!

Pada hari Sabtu pagi tanggal 24 Agustus 2019, para peserta berkumpul di Stasiun Bogor untuk berangkat. Saya senang ketemu dengan teman-teman baru. Maklum, saya kan emak rumahan yang sudah nggak pernah lagi datang ke event blogger. Terutama bertemu para travel blogger yang jam terbangnya sudah melanglang buana ke pelosok nusantara sampai luar negeri. Eh tunggu, ini mau ke mana nih? Penasaran kan? Yuk, ikutin saya...
>>>> Read More >>>>

Sabtu, 05 Oktober 2019

Jalan-jalan Bertiga ke Dunia Fantasi


Halo hai! 


Lama nggak posting cerita jalan-jalan. Mohon maaf tanggal sengaja di back date. Demikian pula dengan cerita jalan-jalan yang belum tayang, kemungkinan bakal di back date juga. Supaya apa? Biar rapi aja dan kesannya saya posting blog sesuai jadwal, haha!


Kali ini saya mau cerita mendadak jalan-jalan ke Dunia Fantasi Ancol. Kenapa mendadak? Karena tidak direncanakan, tentunya. Berkat undangan acara Dufan Blogger Day, saya bisa ajak keluarga main ke Dufan secara gratis! Iya gratis! Asyik kan!


Kali ini saya ditemani Bapa dan Dd Irsyad. Saya dapat 4 tiket gratis plus karcis jajan di Dufan seharga 100 ribu untuk 4 orang. Satu tiket khusus untuk saya bisa ditukar menjadi Free Pass masuk Dufan selama 1 tahun. Sayang, saya nggak sempat tukar karena nggak tahan lihat antriannya, hehe. Gapapa hangus. Begitu pula jatah tiket dan karcis makan untuk Aa Dilshad yang tidak datang juga ikut hangus.

>>>> Read More >>>>

Minggu, 22 September 2019

Cilu Kucing Kesayangan

Cilu kucing kesayangan. Nggak terasa sudah lama juga dia menemani keluarga ini. Ada kali lima tahun lebih ya, Cilu? Selama itu, beneran kamu tuh hiburan banget terutama buat Ibu. Moga Cilu sehat terus ya!

Berikut foto-foto terakhir Cilu sampai bulan Juni 2019. Selamat menikmati... miauw!













>>>> Read More >>>>

Sabtu, 24 Agustus 2019

Mendadak Staycation di The Mirah Hotel Bogor



Mendadak staycation di Hotel Mirah Hotel Bogor adalah beneran kejutan yang menyenangkan! Bermula dari kegiatan kantor Bapa di Bogor yang sedang mengadakan meeting. Tetiba ada tamu undangan meeting yang batal datang padahal kamar yang dipesan tidak bisa dicancel. Daripada mubazir, jadilah Bapa mengajak saya dan boyz menginap di situ. Tentu saja, Bapa tidak ikut serta karena sibuk sebagai panitia.


Kaget juga, dong. Apalagi bukan weekend. Aa Dilshad dan Dd Irsyad kan harus sekolah. Tapi nggak masalah karena mereka exited! Aa malah senang karena jarak tempuh ke sekolahnya jadi lebih dekat. Maklum, rumah di kabupaten sementara sekolahnya Aa di tengah kota Bogor.

>>>> Read More >>>>