Rabu, 22 Mei 2019

Segarnya Buka Puasa dengan Skippy Choco Milkshake

menu buka puasa

Assalamualaikum!

Halo semua! Apa kabar? Bagaimana puasanya? Mudah-mudahan lancar ya sampai lebaran nanti, aamiin. Kalau lagi puasa begini, bawaaan haus jadi godaan tersendiri. Pas buka puasa, pengennya minum yang seger-seger.

Anak-anak saya kalau puasa hobi banget minum es pas buka puasa. Tentu saja saya melarangnya langsung minum es karena tidak baik untuk kesehatan. Saat buka, basahi dulu tenggorokan dengan air hangat (bisa air putih atau teh manis). Setelah itu baru deh boleh 'menghajar' minum es.

Menyajikan hidangan buat buka puasa itu seru. Seru karena bisa bikin banyak macamnya dan menggugah selera. Apalagi buat yang pasukannya banyak kayak saya. Setiap hari selama bulan Ramadhan, suguhan selalu ada. Baik itu takjil, makanan berat untuk buka puasa, dan makanan untuk sahur tentu saja.

Buat emak yang mager di rumah kayak saya, bisa jadi emang nggak susah buat bikin sendiri semua hidangan itu. Tapi kadang saya juga manusia biasa yang suka dilanda riweuh bahkan mager untuk ngejain itu semua. Untuk melengkapi suguhan dikala tubuh lagi nggak bisa diajak kompromi buat kerja bakti, beli makanan dan minuman jadi solusinya.

Awal puasa, begitu banyak yang saya masak. Sampai nggak sempat bikin es buat takjil. Anak-anak biasanya beli minuman dingin botolan di minimarket. Itu nggak apa-apa. Tapi kalau beli es di penjual keliling rasanya gimana gitu. Saya khawatir kebersihannya kurang terjaga. Bahkan curiga pakai es batu dari air mentah atau air minum yang kualitasnya kurang bagus.

Biar aman dari kekhawatiran beli es sembarangan, mending bikin minuman es sendiri di rumah. Kali ini saya mau bikin minuman es yang nyegerin plus enak-enak gurih. Aih, apa itu mak? Ini dia... Skippy Choco Milkshake!

Hmm, kedengerannya aja sudah enak. Gimana enggak, soalnya milkshake ini rasanya jadi beda karena pakai selai kacang Skippy. Yup, Skippy Peanut Butter alias selai kacang yang sudah terkenal dengan kualitas dan kelezatannya. 

menu buka puasa
Skippy Peanut Butter Creamy

Saya suka selai kacang Skippy sejak masih anak-anak, lho. Jaman dulu, keuangan orang tua masih biasa. Dapat parcel berisi Skippy Peanut Butter bikin saya kegirangan sendiri. Bisa makan 'selai mahal' setahun sekali adalah anugrah yang tak terhingga. Begitulah.


Skippy Peanut Butter punya banyak varian. Bahkan sekarang ada yang dipadukan dengan buah juga lho! Kesukaan saya adalah Skippy Peanut Butter Chunky. Yaitu selai kacang Skippy yang ada 'beribikan' kacang di dalamnya. Tapi saya nggak nolak juga kalau dikasih Skippy yang Creamy, hihihi.

Oia, untuk resep Skippy Choco Milkshake ini saya menggunakan Skippy Peanut Butter Creamy. Teksurnya yang lembut pas banget untuk dicampur menjadi milkshake yang nikmat.

Yuk, coba bikin sekarang. Simak cara membuatnya ya...

Skippy Choco Milkshake

menu buka puasa
Bahan Skippy Choco Milkshake

Bahan Skippy Choco Milkshake:

  • 500 ml susu uht tawar
  • 6 sdm Skippy Peanut Butter Creamy
  • 50 ml susu kental manis coklat
  • 1 mangkuk kecil es batu
  • bubuk oreo untuk taburan secukupnya
  • sedikit saja gula hias warna-warni

Cara membuat Skippy Choco Milkshake:

  1. Siapkan semua bahan, 
  2. Masukkan es batu, susu uht, susu kental manis coklat, dan tentu saja Skippy Peanut Butter Creamy.
  3. Blender sampai halus.
    menu buka puasa
    Blender jadi satu
     
  4. Ambil gelas saji, hias bagian dalam gelas dengan sedikit susu kental manis coklat. 
  5. Tuang milkshake yang sudah jadi ke gelas.
  6. Taburi dengan oreo bubuk dan gula hias. Skippy Choco Milkshake siap disajikan untuk berbuka puasa.
menu buka puasa
Skippy Choco Milkshake siap dinikmati
Selesai deh. Berhubung waktu buka puasa masih lama, saya simpan Skippy Choco Milkshake di kulkas. Beberapa menit sebelum adzan maghrib, baru saya keluarkan dan ditaruh di meja saji darurat di ruang tamu. 

Meja saji darurat? Ehm begini, rumah saya kan mungil. Meja makan di dapur juga ukurannya minimalis dan cuma muat dipakai bertiga. Kalau lagi ngumpul bareng keluarga, kami biasa lesehan di atas karpet di ruang tengah yang merangkap ruang tamu. Sengaja saya dan suami tidak membeli sofa dan meja sofa. Biar lega buat lesehan bareng, hehe.

menu buka puasa
Nggak sabar pengen minum Skippy Choco Milkshake

Tidak lama kemudian, waktunya buka puasa pun tiba! Anak-anak sudah nggak sabar pengen mencicipi Skippy Choco Milkshake. Saya menahan mereka karena mau memfoto dulu. Dan seperti yang terlihat, yah begitulah hasil fotonya. Muka mereka kelihatan bete karena dilarang minum langsung! Ahaha, maapin Ibu ya my boyz.

Meskipun bete sejenak karena tertunda minum Skippy Choco Milkshake, alhamdulillah mereka ceria lagi dan isi gelas pun ludes. Rasanya gimana? Seger dan maknyus. Minum milkshake susu manis dengan sensasi rasa kacang yang gurih. Badan langsung fresh setelah berpuasa seharian.

menu buka puasa
Skippy Choco Milkshake
Selamat mencoba Skippy Choco Milkshake!
menu buka puasa
Segarnya buka puasa dengan Skippy Choco Milkshake
>>>> Read More >>>>

Kamis, 18 April 2019

Brightmood Food Photography Workshop at Dapurempa Resto n Coffee


Brightmood Food Photography Workshop at Dapurempa Resto n Coffee adalah pelatihan motret yang saya datangi pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019 kemarin. Ternyata yah, peminat workshop fotografi itu lumayan banyak. Untuk ikut pelatihan ini, saya harus booking hampir sebulan sebelumnya. Ditambah lagi, tempat yang terbatas membuat pendaftaran cepat ditutup karena kuota peserta sudah penuh. 


Deg-degan dong. Berdoa semoga tidak ada kejadian luar biasa saat pelatihan yang membuat saya gagal datang. Benar saja, ketika jelang hari H, ternyata ada acara kantor suami di Jungle Land. Syukurlah, Bapa mau berangkat hanya bertiga dengan Kk Rasyad dan Dd Irsyad. Sedangkan si sulung Aa Dilshad punya rencana mau pergi ke sekolah (yang kenyataannya malah mager di rumah). Thank you, my dear husband. 


Saya juga sudah memperkirakan bisa hadir di workshop ini sebelumnya. Awal bulan April, Dd Irsyad mau dikhitan plus bikin syukuran di rumah. Alhamdulillah, khitanan lancar, acara syukuran pengajian ibu-ibu lancar, dan Dd Irsyad pun berangsur sembuh. Yuk Mak, cusss berangkat!

>>>> Read More >>>>

Minggu, 03 Maret 2019

Belajar Darkmood Still Life Photography Bersama The FoodieCam

photography


Sudah lama saya mengincar ikut workshop fotografi yang diadakan oleh The FoodieCam. Sebelumnya, saya terlambat daftar workshop basic food photography di Bogor. Sayang ya, padahal mumpung deket (kapan lagi ada workshop motret di Bogor). Tidak mau kehabisan seat untuk kedua kalinya, saya mendaftar workshop Darkmood Still Life Photography tiga minggu sebelumnya.


Pada Hari Sabtu tanggal 2 Maret 2019, saya berangkat naik commuter line untuk mengikuti workshop. Bertempat di  Returant Padzzi Cilandak Jakarta, saya naik ojek online dari Stasiun Tanjung Barat. Sampai di lokasi kepagian. Terlihat tim The FoodieCam masih sibuk menata props. Saya numpang nge-charge hp dulu, lumayan.
>>>> Read More >>>>

Senin, 18 Februari 2019

Jalan-jalan ke Hutan Pinus Gunung Pancar

wisata di bogor


Akhirnyaaa... piknik pertama di tahun 2019! Pilih yang dekat rumah dan ke tempat yang belum didatangi. Saking dekatnya jadi santai nggak didatengin. Setelah berunding, saya dan Bapa putuskan pergi ke... hutan pinus di Gunung Pancar!

Mendadak piknik judulnya. Jika tidak dapat job untuk menulis tentang wisata di Bogor, mungkin kami masih mager. Saya bingung, nggak punya bahan karena belum bepergian lagi. Lihat deadline yang mepet cuma beberapa hari. Artinya, weekend ini harus pergi demi mendapatkan konten tulisan yang baru. Makasih ya, dear kamu, yang udah kasih saya job.

Datang ke Gunung Pancar enaknya saat pagi hari. Selain masih sejuk, pengunjung juga belum terlalu ramai. Kami ke sana pada hari Minggu pagi tanggal 17 Februari 2109. Tidak bisa lama karena habis dhuhur ada acara tabligh akbar di mesjid (belakangan diketahui kalau acaranya minggu depan). Jadi, sebentar aja. Biar cepet pulang.

>>>> Read More >>>>

Jumat, 18 Januari 2019

Belajar Fotografi untuk Pemula di JPC Kemang



Emak gaptek belajar motret!

Belajar fotografi bagi saya adalah suatu perjuangan. Apa yang terjadi ketika belajar? Saya banyak bengong dan terperangah. Mangap never ending karena merasa kerdil banget nggak bisa apa-apa. Meski begitu, saya tidak mau menyerah. Lebih baik mulai belajar dari ahlinya daripada meraba-raba belajar sendiri bukan? Kalau ada yang ngajarin kan, bisa bebas bertanya dan jadi tahu kelemahan kita di mana.

Itulah yang memotivasi saya buat belajar fotografi untuk pemula. Bukan belajar online, lho. Itu mah bisa googling sendiri. Saya pengen diajarin cara mengenal kamera secara langsung. Tunggu dulu... kamera? Emang punya kamera, Mak? Engg… anu, ini kamera baru beli bulan lalu. Hasil nguras tabungan penghasilan blog selama tahun 2018 plus tambahan dari saldo tahun sebelumnya. Alhamdulillah.

>>>> Read More >>>>

Senin, 27 Agustus 2018

Akhirnya Cilu Disteril



Sudah lama saya punya keinginan untuk mensteril Cilu, kucing betina kesayangan kami. Awal Cilu diadopsi, saya tanyakan pada boyz. Ternyata, mereka tidak mengijinkan karena ingin punya anak kucing. Waktu berjalan, Cilu tidak juga menunjukkan gejala bunting. Hmm, mungkin Cilu sudah tua jadi tidak bisa punya anak lagi. 

Cilu masih aktif kawin setiap bulan dengan beberapa kucing jantan. Bahkan dua diantaranya sudah menjadi pacar tetap Cilu. Yang satu kucing garong liar kurus warna putih burik abu-abu. Satu lagi kucing milik tetangga yang terawat karena rajin ke salon, yaitu kucing warna kuning bernama Otat. 

Kalau cuma kawin doang sih nggak apa-apa. Emang hasrat kucing begitu. Tapi yang bikin kesal adalah kelakuan para kucing garong. Mereka suka pipis sembarangan! Dasar kau... kucing garong!
>>>> Read More >>>>

Minggu, 01 Juli 2018

Blog Emak Riweuh Berubah Jadi Blog Gratisan



Halo semua!

Lama tidak menyapa. Belum sempat bikin blogpost pernyataaan tentang kondisi terakhir di blog ini. Yap betul, blog yang beralamat di www.emakriweuh,com ini kembali lagi ke alamat awal alias di Blogspot gratisan www.emakriweuh.blogspot.com. 

Sudah lama saya mempertimbangkan untuk pensiun dari menulis blog. Saya ingin lebih konsen mengurus keluarga. Apalagi setelah melalui masa ujian yang melelahkan selama beberapa tahun, maunya istirahat dengan nggak berbuat apa-apa lagi alias mager aja haha.
>>>> Read More >>>>

Kamis, 22 Maret 2018

Agro Wisata Kekinian di Perkebunan Teh Gunung Mas Puncak


agrowisata

Sepertinya kami butuh piknik...terutama saya! Setelah cukup lama tergolek lemas karena sakit batuk, bosan rasanya nguplek di rumah melulu. Kalau pergi jalan-jalan juga nggak jauh, cuma di dalam kota aja atau ke rumah Kakek. Duh, pengen jalan-jalan yang rada jauhan dan beneran beneran pake jalan kaki...

Nah, pada hari Sabtu kemarin yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi (17 Maret), kami sekeluarga mengunjungi perkebunan teh Gunung Mas Puncak. Berangkat selepas subuh dari pinggiran kota Bogor, kami menuju pinggiran Bogor ke arah Puncak. Mau ngapain? Mau jalan-jalan pagi di kebun teh!

Kami masuk ke kawasan Agrowisata Gunung Mas. Tempat wisata yang dikelola PT. Perkebunan Nusantara VIII ini memiliki perkebunan teh terluas di kawasan Puncak. Kawasan ini juga mudah ditemukan. Dari arah Bogor ada di sebelah kanan jalan. Ciri khasnya adalah pintu masuk dengan tulisan “Gunung Mas” dan ada patung botol minuman teh.

Menurut Bapa, dulu siapa saja boleh masuk secara gratis ke perkebunan teh Gunung Mas. Setelah dikelola menjadi kawasan agrowisata, pengunjung yang masuk dikenakan tiket masuk. Kami membayar Rp.10.000 untuk mobil dan Rp.15.000 per orang. Total biaya jadi Rp.70.000 karena Dd Irsyad yang imut tidak dihitung.

Belakangan, saya baru tahu kalau tiket masuk bisa ditukar dengan sebungkus teh Walini yang bisa diseduh langsung. Penukaran tiket di front office Agrowisata Gunung Mas. Yah, kelewat dong. Beginilah kalau lama nggak piknik. Lupa browsing dulu sebelum tiba ke lokasi.

Begitu masuk, kami sempat bingung mau parkir di mana. Sambil terus mencari lokasi parkir yang pas (dekat kebun teh), kami sempat melewati pabrik teh. Hmm, kayaknya familiar nih. Saya sudah pernah datang ke tempat ini. Lengkap dengan pemandu wisatanya dan masuk ke dalam pabrik teh. Tapi, saya lupa waktunya. Entah bersama teman sekolah atau piknik keluarga besar kantor orang tua. Duh, udah pikun yak!

Oia, di kawasan ini pengunjung bisa menginap dan bahkan berkemah. Kk Rasyad pernah menginap di sini dua tahun yang lalu saat acara sekolah. Penginapan dilengkapi dengan kolam renang dan lapangan untuk kegiatan bersama rombongan.

Waktu menunjukkan pukul 7.30 pagi. Wow, masih sepi pengunjung dan udara sangat segar! Yuk, kita mulai jalan-jalan melintasi perkebunan teh alias tea walk...

agrowisata
Segarnya udara pagi di kebun teh!
Jika datang bersama rombongan, tea walk bisa ditemani oleh pemandu. Tentu saja ada biayanya. Kami sendiri memutuskan untuk jalan sendiri. Karena bareng 3 boyz, rute ya suka-suka kami saja tergantung kondisi anak-anak (terutama di bungsu Dd Irsyad). Jika lelah, kami bisa beristirahat kapan saja dan di mana saja.

agrowisata
Aa Dilshad minta difoto dari belakang dengan latar gunung
agrowisata
Sejauh mata memandang... pohon teh!
agrowisata
Latar belakang pegunungan

agrowisata
Halo hai dari kami semua!
Spot favorit saya adalah pepohonan dengan bunga kecubung yang mekar. Bunga unik yang menyerupai terompet ini sungguh memesona. Saya banyak mengambil foto di tempat ini. Ketika ada rombongan ibu-ibu yang lewat, mereka juga berhenti di tempat ini untuk berfoto. Saya bahkan sempat diminta bantuan untuk memotret seorang ibu di depan pohon kecubung. Latar belakangnya memang cantik!

agrowisata
Kk Rasyad dan pohon kecubung di pinggir sungai

agrowisata
Diantara bunga-bunga
Habis beristirahat sejenak sambil foto-foto, kami lanjut jalan lagi. Selama menyusuri kebun teh, kami berpapasan dengan pengunjung yang mengendarai kuda dan ATV. Keduanya dikenakan biaya sesuai dengan rute tempuh yang dipilih.


agrowisata
Naik ATV keliling kebun teh
Selain pemandangan kebun teh, aneka bunga liar yang cantik kerap kami temui di sepanjang jalan. Saya yang waktu kecil tinggal di pinggir hutan jadi teringat kembali dengan bunga-bunga liar yang menjadi teman bermain dulu. Beberapa binatang kecil seperti kupu-kupu, kumbang, dan laba-laba juga terlihat diantara dedaunan.

agrowisata
Mengenalkan bunga liar pada anak-anak
Namanya anak-anak, sambil jalan mereka senang bercanda. Apalagi ada tiga anak laki-laki yang hobi main beranteman lalu kejar-kejaran. Berhubung jalannya tidak rata dan berbatu, emaknya jadi bawel memperingatkan mereka supaya berhati-hati. Lalu... gedebuk! Dd Irsyad terjatuh ketika sedang dikejar oleh Aa Dilshad. Dd langsung nangis dan ngambek nggak mau jalan lagi. Setelah diperiksa, untung tidak luka dan Dd pun dibujuk untuk berhenti ngambek dan lanjut jalan lagi.

agrowisata
3 boyz kejar-kejaran (adegan sebelum Dd jatuh dan nangis)
Sampai di tempat yang sepertinya paling tinggi, kami memutuskan untuk turun dan kembali ke titik start. Ceritanya udah satu putaran gitu. Setelah dilihat dengan aplikasi, trek tea walk kami cuma 2 km saja, hehe. Nggak apa-apa ya, Namanya juga bawa anak kecil dan satu emak yang baru sembuh dari sakit. Jadi tea walk nggak bisa terlalu jauh dan rumit jalurnya.

Selanjutnya, kami melewati pemukiman penduduk dan menyusuri jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Jalanan agak becek sisa hujan semalam. Matahari mulai terasa hangat dan gerimis kecil. Untung kami membawa topi, jadi boyz terlindung dari air hujan dan terik matahari.
agrowisata
Jalan dekat pemukiman penduduk yang agak becek

Kami beristirahat sambil makan bekal cemilan di pinggir sungai. Ini tempat favorit 3 boyz karena mereka bisa bermain air. Kebetulan memang favorit saya juga karena disitu ada sekumpulan pohon kecubung yang sudah saya foto sebelumnya. Ya sudah, kami pun nangkring cukup lama di tempat ini. Apalagi ada toilet yang disediakan di dekat jembatan. Pas banget!

agrowisata
Mejeng di jembatan
agrowisata
Main air di sungai
Nangkring bareng di atas batu di pinggir sungai
Setelah pulih dari rasa lelah habis berjalan kaki, saya mengasuh 3 boyz di tempat bermain anak-anak. Sedangkan Bapa lanjut jogging keliling kawasan perkebunan. Saya lihat ada cafe,taman kelinci, becak mini, tempat untuk naik kuda dan delman.

agrowisata
Becak mini (atas). Tarif untuk naik kuda dan delman (bawah)

Yang menarik perhatian, ada beberapa wahana untuk spot foto kekinian. Yaitu balon udara, permadani terbang, sapu terbang, dan sepeda terbang. Nah, yang terakhir ini disangka Aa Dilshad tempat untuk main sepeda di atas tali. Ternyata cuma buat foto doang. Nggak apa-apa ya A... yang penting udah nyoba sepedahan di atas tali walau cuma sebentar. Untuk berfoto dikenakan tarif Rp.20.000 dan Rp.5.000 per foto dalam bentuk soft copy yang ditransfer ke smartphone.

agrowisata
Gaya Aa bersepeda di atas tali (foto by mamang jepret)
 
Aneka pose di atas sepeda (foto by mamang jepret)


Terus, nggak penasaran nyoba yang lain seperti foto di balon udara, naik permadani terbang atau sapu terbang? Engg anu... kebetulan keluarga kami nggak seperti keluarga kekinian pada umumnya yang demen foto narsis. Daripada buat bayar foto, lebih baik dipakai untuk masuk wahana lain yang lebih seru seperti permainan atau buat beli makanan, haha. Eia, ini pas lagi sepi (karena masih pagi). Bayangin kalau buat naik wahana untuk difoto saja harus antri panjang. Belum lagi pas mau nebus fotonya  pake antri lama lagi. Hadeuuh...

Selesai menemani Aa berfoto, saya menuju Taman Kelinci karena Kk Rasyad dan Dd Irsyad sudah masuk duluan. Tiket per anak Rp.20.000. Karena cuma mau memotret sebentar, saya diijinkan masuk lewat pintu belakang tanpa membayar di loket depan. Makasih ya Mbak.

agrowisata
Bermain dengan kelinci yang jinak dan lucu

agrowisata
Sini kelinci! Makan wortel dulu!

Dua bocah SD ini seneng banget main di taman kelinci. Apalagi pas nggak ada pengunjung lain. Satu wahana berasa milik pribadi. Mereka pun bebas berlarian dan guling-guling di rumput. Bahkan main petak umpet segala, haha!

Ada miniatur rumah hobbit yang bikin Kk dan Dd puas berlarian naik turun dan berguling-guling. Berasa lagi main perosotan. Jangan tanya kayak apa baju mereka. Untung di mobil ada baju ganti. Aman deh.

agrowisata
Rumah hobbit di taman kelinci
Tidak terasa, perut mulai keroncongan. Sebelum menemani 3 boyz bermain, saya sempat jajan cilok seharga 5 ribuan saja. Jangan kuatir kelaparan, banyak mamang jualan kaki lima dan penjual makanan di kawasan ini. Sebelum kembali ke mobil, kami sempat jajan bajigur dan tidak ketinggalan kudapan ketimus sebagai pelengkapnya.

Semakin siang, pengunjung semakin ramai. Beberapa bus besar berjejer rapi di tempat parkir. Gerimis turun tepat ketika mobil kami hendak beranjak pergi. Aih, kami sungguh beruntung datang pagi dan tidak kehujanan!

Ketika hendak keluar kawasan... o ow... jalan ke arah Bogor ditutup! Hmm, beneran harus hapal jadwal buka tutup jalan kalau mau berwisata ke Puncak. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencari makan siang dan shalat ke arah Puncak Pass. Berlabuh di rumah makan jadul Ponyo, kami mengisi perut sembari menunggu jalur lalu lintas dibuka.

Meski pulang ke rumah diiringi macet selama 1 jam untuk menunggu jalur dibuka, saya merasa sangat bahagia karena sudah bisa piknik dan refreshing bersama keluarga tercinta. Alhamdulillah.

Usai piknik, pikiran jadi segar, rasa jenuh hilang, dan semangat untuk berkarya pun kembali berkobar. Setuju?





>>>> Read More >>>>

Jumat, 09 Februari 2018

Workshop Optimasi Media Sosial untuk UKM

 Optimasi Sosial Media untuk UKM



Hari Sabtu pagi, tanggal 5 Februari 2018. Bogor hujan cukup deras. Meskipun begitu, cuaca tidak menyurutkan langkah saya untuk datang ke workshop di Kafe Taman Koleksi IPB. Tema workshop sangat menarik dan tentu saja bermanfaat untuk siapa saja yang sedang dan baru mau memulai usaha, yaitu: Optimasi Media Sosial untuk UKM (Isaha Kelas Menengah). 



Saya datang bersama Mbak Maya dan Peny dari pinggir kota Bogor. Niat untuk datang lebih pagi supaya bisa membantu teman-teman panitia batal karena jalanan macet. Ah iya, workshop ini diselenggarakan oleh komunitas Asinan Blogger, tempat saya bergabung menjadi anggota. 

Begitu sampai, langsung saja wajah-wajah cantik menyambut kedatangan para peserta di meja registrasi. Ada Mbak Arin, Mbak Dwina, dan Mbak Winny. Aih, udara Bogor yang dingin mendadak jadi hangat dengan senyuman dari para minca (mimin cantik) Asinan Blogger ini.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Senyummu mengalihkan duniaku (foto bawah: WaG Asinan Blogger)

Sambil menunggu peserta yang lain datang, saya mengambil aneka cemilan dan minuman hangat di meja yang sudah disediakan. Saya pilih teh dengan sedikit gula, lalu duduk manis di tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Sebelum acara dimulai, foto-foto dulu sebentar ah...


Ada makanan favorit saya nih: dimsum! Dimsum dari The Dimsum ID ini merupakan salah satu sponsor workshop. Wah, langsung dilahap! Hmm, enak! Tuntas sudah kengileraan saya yang menahan diri ketika memotret dimsum ini sebelum dimakan.


Selang beberapa waktu kemudian, workshop pun dimulai. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Mbak Nefertite Feriyanti sebagai MC. Mba Yanti, begitu saya biasa memanggilnya, menyapa para peserta dan kemudian menjelaskan sekilas tentang komunitas Asinan blogger sebegai penyelenggara acara. 
 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mbak Yanti sebagai MC
Pemateri pada sesi pertama adalah Kang Achoey, pemilik kedai Mie Janda di Cibinong. Pria bernama lengkap Cucu Haris ini akan berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai praktisi UKM. Bagaimana cara beliau merintis usaha dari bawah sampai bisa sukses seperti sekarang.
Salah satu menu di Mie Janda (foto: FP Mie Janda)
Btw, saya sering lho, makan di Mie Janda waktu masih dekat dari rumah. Sekarang agak jauh, jadi jarang ke sana lagi. Padahal, 3 boyz suka banget makan mie di Mie Janda. Nanti ke sana ah. 

Kang Achoey memperkenalkan diri. Beliau bercerita saat dirinya masih menjadi blogger dan ikut mendirikan komunitas Blogger Bogor. Ternyata, beliau adalah blogger jaman old (punten Kang). Selain pernah menjadi blogger, Kang Achoey juga sempat menulis novel lho! 


Sebagai blogger, tentu saja Kang Achoey melek media sosial. Beliau memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya. Mie Janda langsung dikenal luas hanya dalam waktu 2 tahun! Terbukti, bukan hanya Mie Janda saja yang sukses. Usaha lain yang sempat digeluti Kang Achoey seperti berjualan sarung pun bisa laris manis berkat media sosial. Disusul dengan jenis usaha lainnya yang tidak kalah mendulang sukses. 

Saran Kang Achoey untuk para pemilik UKM, gunakan media sosial bukan hanya untuk berjualan saja. Supaya lebih menarik, buat story telling, ceritakan sejarah produknya. Dengan demikian, pelanggan punya keterikatan emosional dengan produk yang mereka beli.



Giat berbisnis, Kang Achoey aktif juga aktif di berorganisiasi. Banyak organisasi dan komunitas entrepreneur yang diikuti beliau. Salah satunya adalah komunitas TDA (Tangan Di Atas) dan komunitas Bogor Berdaya. Di Bogor Berdaya, Kang Achoey bahkan ditunjuk sebagai direktur. Keren! 

Selanjutnya, Kang Achoey menjelaskan tentang cara mengunakan channel marketing untuk memasarkan produk kita. Gunakan media sosial yang tepat untuk gaya berjualan kita. Setelah produk siap, upload di media sosial untuk memasarkan produk kita. Jangan lupa untuk saling dukung dan saling beli dari teman-teman sesama penjual agar interaksi yang terjalin semakin baik. Tahu sendiri dong, interaksi antar blogger itu oke banget! Bisa nih dimanfaatkan!

Internet marketing penting untuk digunakan untuk mengembangkan usaha. Berikut ini adalah tiga hal yang diperlukan dalam internet marketing, yaitu STP, meliputi:
  • SEGMENTING (segmen yang dituju)
  • TARGETTING (target market)
  • POSITIONING (memposisikan diri sebagai sesuatu yang beda dari yang lain)
Setelah menentukan STP, lakukan langkah berikut:
  1. Membuat brand atau merk yang sesuai dengan karakter produk. Brand ini harus dipertahankan. Kekuatan branding bisa terus dibangun lewat media sosial.
  2. Mencari niche atau celah pasar yang akan menjadi target konsumen kita. Jangan lupa, tonjolkan kelebihan produk kita sehingga konsumen bisa melihat bahwa produk buatan kita berbeda dan unik. Ini disebut USP (unique selling point). 
  3. Inovasi produk. Mengembangkan produk agar konsumen setia kepada kita. 
Personal branding dan kualitas produk menjadi kekuatan bertahannya sebuah produk yang kita jual. Saat branding dengan menggunakan media sosial, Kang Achoey menyarankan untuk memakai Facebook Ads.  Namun sebelum menggunakan Facebook Ads, tes dulu jualan produk kita lewat akun Facebook pribadi. Jika sudah oke di akun pribadi, baru merambah ke Facebook Ads. 

Ciri-ciri USP: 
  • benar- benar unik
  • sangat menyenangkan dan seru untuk target market tertentu
  • sesuatu yang akan banyak dibicarakan oleh banyak orang
  • tidak mudah ditiru. Karena bisnis yang ditiru akan dianggap murahan (contoh: orang malu pakai produk tiruan).
Sebagai contoh yaitu USP pada Mie Janda. USP yang digaungkan: mie sehat tanpa MSG, harga terjangkau, dan ada keberkahan karena hasil penjualan sebagian disisihkan untuk amal. Sedangkan untuk inovasi, Mie Janda selalu

Kang Achoey mengingatkan agar kita berupaya mengubah PELUANG jadi UANG. Caranya? Cukup coret huruf PEL sehingga PELUANG berubah menjadi UANG. Huruf yang dihapus adalah PEL, yaitu menghilangkan Pesimis, Emang gue pikirin, dan Lemah letih lesu loyo. Selanjutnya, UANG = ide + percaya diri + action.
Jadi, dalam berbisnis kita harus punya mindset yang positif, optimis, pantang menyerah,  dan pantang pulang sebelum padam (seperti pemadam kebakaran yang terakhir ya). Cara menjaga mindset untuk tetep positif sgt penting. Dengan mindset positif, sikap kita menjadi yakinan sehingga hasilnya positif. 

Sebagai pamungkas, Kang Achoey mengajak peserta untuk menyamakan persepsi dalam berbisnis:
"Insan terbaik adalah manusia paling banyak manfaatnya untuk sebanyak-banyaknya manusia lainnya. "
"Bisnis yang sukses adalah perusahaan komersial yang profitable, bisa bekerja maju tanpa kehadiran kita dan bisa membuat kita semakin mampu berbagi." 
Materi dari Kang Achoey diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta. Salah satu pertanyaan dari peserta, yaitu Mbak Nunik, adalah bagaimana cara  memperlakukan staf yang baik agar betah bekerja pada kita. Jawaban dari Kang Achoey: untuk punya tim terbaik, maka jadilah leader yg terbaik! 

Break makan siang dan shalat dulu. Hidangan prasmanan yang ada di meja yaitu daging rendang, capcay sayuran, sop, dan perkedel jagung serta pelengkap sambal dan kerupuk resmi menjadi menu makan siang saja.

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mari makan (model: Mbak Alma)
Acara selanjutnya adalah perkenalan Net1 yang menjadi sponsor utama workshop. Selaku pembicara adalah Mbak Sally Oktovianti yang akrab disapa Ei. Mbak Ei menjelaskan tentang produk Net1 sebagai penyedia layanan jaringan internet. Net 1 beroperasi di daerah yang tidak terjangkau operator lain seperti di pelosok Papua, Sumatra Selatan, Aceh, Bali, dan Lombok. 


Sedangkan untuk kota Bogor, Net1 sudah ada namun belum resmi diluncurkan. Rencananya, per bulan Maret atau April nanti, Net1 menjadi satu-satunya penyedial layanan jaringan internet yang punya lisensi di frekuensi 450 Mhz. Yaitu karakteristik frekuensi yang memiliki jangkauan sinyal lebih baik. Net1 juga dilengkapi dengan kecanggihan teknologi 4G LTE untuk kecepatan akses internet.

Pemateri selanjutnya adalah Mbak Shintaries, founder Blogger Perempuan Network. Beliau berbagi tentang optimasi media sosial untuk UKM. Meliputi media sosial apa saja yang efektif untuk mempromosikan produk sesuai  dengan target marketnya.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Mbak Shintaries

Menurut Mbak Shinta, media sosial menjadi market untuk dunia usaha. Kenapa? Karena media sosial efektif untuk menjangkau pasar yang lebih besar di dunia online saat ini. Media sosial untuk berjualan mempunyai yang berbeda. Pahami dulu cara berjualan di media sosial berikut ini:
  • Facebook: promosi (harus banyak cerita), display, channel penjualan.
  • Twitter: kekuatan kata-kata untuk berpromosi
  • Instagram: promosi, dsiplay (foto harus bagus), penjualan
  • Line: untuk pemesanan dan layanan customer service
  • Whatsapp: untuk pemesanan dan layanan customer service
Media sosial Facebook sangat efektif untuk membangun personal branding. Ini penting lho untuk jadi pondasi dalam dunia usaha. Fitur beriklan yang berbayar dari Facebook adalah Facebook Ads. Dengan Facebook Ads, konsumen yang dijangkau lebih luas karena iklan produk kita bisa dilihat oleh lebih banyak calon konsumen,

Sambil beriklan di Facebook Ads, jangan ketinggalan tetap bangun personal branding lewat akun Facebook pribadi. Cara ini paling efektif dan tentu saja paling murah karena tidak perlu membayar alias gratis. 

Apa yang harus dilakukan untuk membangun personal branding? Lakukan 5 langkah strategi pasar berikut ini:
  1. Defining (meliputi perencanaan dan persepsi pelanggan terhadap produk)
  2. Positioning (target market dan sasaran penjualan)
  3. Community (komunitas)
  4. Value (nilai produk)
  5. Loyalty to Customer (kesetiaan terhadap pelanggan)
Cara tepat untuk defining produk: tujuan usaha, target pencapaian, target market, delivery, strategi marketing, fokus, konsisten, dan brand element. Semua ini penting agar usaha yang kita jalankan punya arah yang jelas.

Ada 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam positioning produk: 
  • Personality: bentuk sebuah personal brand yang dekat dengan pelanggan.
  • Audience: cari tahu dimana audience berada.
  • Benefit: kenapa pelanggan harus beli di tempat kita
  • Awareness: kedekatan brand dengan pelanggan
Strategi pasar selanjutnya adalah Community, yaitu masuk ke komunitas-komunitas guna memperbesar pasar. Langkah yang dilakukan adalah:
  • diskon untuk pembelian selanjutnya
  • diskon share di media sosial
  • gunakan hastag
  • fokus di satu atau dua channel media sosial
  • engage dengan pelanggan
  • giveaway atau kuis
Jangan lengah untuk terus memantau value produk, karena value inilah yang membuat pemasaran produk kita bertahan lebih lama. Perhatikan hal berikut untuk memantau value produk:
  • fokus ke kualitas
  • elegan dan etika
  • high quality product
  • konsistensi
Mbak Shinta juga menjelaskan bahwa ada sisi psikologis yang secara magis bisa memikat pelanggan, yaitu warna produk. Ah iya, bener juga. Saya cenderung membeli setelah melihat produk yang warnanya menarik perhatian. Untuk memberikan warna pada produk, bisa lihat Color emotion guide pada slide berikut:

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Color emotion guide (foto: Desi Namora)
Produk sudah ada. Mau dijual ke mana, nih? Bisa lewat media sosial yang sudah dijelaskan di atas, yaitu Facebook, Instagram, Line, Whatsapp, dan Twitter. Selain itu masih ada platform toko online seperti Tokopedia atau BukaLapak. Tambahan lagi dengan melalu website jualan pribadi. Wah, dijamin cepat laris deh, Sis!

Menurut Mbak Shinta, inilah yang ada di pikiran konsumen sebelum beli produk hingga terjadi transaksi penjualan (disebut AIDA sales process):
  1. Awareness: tidak akan membeli jika tidak paham produknya.
  2. Interest: apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan.
  3. Desire: yakin bahwa produk ini bisa memenuhi kebutuhan.
  4. Action: melakukan pembelian.
Proses awareness dipengaruhi oleh promotion dan sales channel. Proses interest dipengaruhi oleh promotion dan produk. Proses desire dipengaruhi oleh produk, price, dan sales channel. Sedangkan proses action didukung oleh ketersediaan produk, budget, dan authority.

Jadi, sebelum membeli biasanya calon customer merasa perlu untuk meliat produk kita sebanyak 10-20 kali. Agar menarik perhatian, gunakan foto produk dengan model. Karena menurut fakta, pembeli lebih suka melihat produk yang diperagakan oleh model daripada manekin karena lebih terasa emosinya. Hmm iya, kayak produk kerudung ya. Saya memang lebih suka dengan kerudung yang dipakai oleh model. Apalagi kalau modelnya cantik. Tambah pengen beli, deh!

Tidak terasa, waktu belajar di worshop ini sudah selesai. Wah, benar-benar bergizi materi hari ini. Semoga bisa saya terapkan jika nanti dapat hidayah untuk menghidupkan lagi usaha aksesoris handmade yang mati suri (aamiin).

Oia, dalam workshop ini para peserta bisa ikut memajang produk UKM miliknya di pojok foto yang disediakan oleh panitia. Maap itu ada saya nggak sengaja ikutan mejeng. Lagi nungging motret ikan petek, hehe.


Ada yang ngegemesin nih, boneka owl dan kucing Loli Toti milik Mbak Een. Lucunya!



 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Boneka Lolitoti
Ada lagi yang menggiurkan, yaitu Sipetek yang dibawa Desi Namora. Nyomot dikit ah! Hmm... enak! Boleh nyomot banyak nggak? Hehehe.




Produk milik peserta lainnya ada Shirin Pie, Cireng Kriwil, Stik Cireng, pisang lumer, pancake durian,  GoCat khusus untuk kucing, dan aneka produk kosmetik.


 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Produk UKM milik peserta
Acara  worshop ini bertabur hadiah lho! Untuk peserta terbaik yang update di media sosial mendapatkan hadiah dari para sponsor. Hei, saya menang berkat update status di Twitter tentang kegiatan ini. Dapat hadiah kaos anak yang keren banget! Alhamdulillah, makasih ya!
 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Bertabur hadiah untuk para peserta
Alhamdulillah, tuntas sudah acara workshop hari ini. Tambah ilmu dari para pemateri, dapat kenalan teman-teman baru pelaku UKM, dan pastinya tambah hepi karena bisa kumpul bareng teman-teman tersayang dari Asinan blogger. Sebelum bubar, foto bareng dulu dong...

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Foto bareng pemateri dan peserta workshop

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Wajah-wajah bahagia
Terima kasih untuk nara sumber Kang Achoey dan Mbak Shitaries. Terima kasih untuk Net1, The Dimsum ID, dan para sponsor lain yang mendukung acara ini. Tidak ketinggalan, salut dan banyak terima kasih untuk usaha tim panitia dari Asinan Blogger. Senang dan bangga bisa jadi bagian dari Asinan blogger. Asinan blogger, banyak rasa penuh cinta.

Nantikan kegiatan dari Asinan blogger selanjutnya ya! Dijamin nggak kalah keren!

Salam manis dari saya ^_^

 Optimasi Sosial Media untuk UKM
Asinan blogger: banyak rasa penuh cinta.


>>>> Read More >>>>