Senin, 27 Agustus 2018

Akhirnya Cilu Disteril



Sudah lama saya punya keinginan untuk mensteril Cilu, kucing betina kesayangan kami. Awal Cilu diadopsi, saya tanyakan pada boyz. Ternyata, mereka tidak mengijinkan karena ingin punya anak kucing. Waktu berjalan, Cilu tidak juga menunjukkan gejala bunting. Hmm, mungkin Cilu sudah tua jadi tidak bisa punya anak lagi. 

Cilu masih aktif kawin setiap bulan dengan beberapa kucing jantan. Bahkan dua diantaranya sudah menjadi pacar tetap Cilu. Yang satu kucing garong liar kurus warna putih burik abu-abu. Satu lagi kucing milik tetangga yang terawat karena rajin ke salon, yaitu kucing warna kuning bernama Otat. 

Kalau cuma kawin doang sih nggak apa-apa. Emang hasrat kucing begitu. Tapi yang bikin kesal adalah kelakuan para kucing garong. Mereka suka pipis sembarangan! Dasar kau... kucing garong!

Bukan cuma kucing garong yang ngeselin, Cilu juga! Dia jadi dekil, jarang pulang, dan suka kencing sembarangan juga! Ah, Cilu nakal! Setelah kawin, saya harus memandikannya karena Cilu jadi dekil banget. Ugh, mana boleh kucing dekil begini ikut tidur di kasur bareng kita! Jadilah derama tiap bulan karena tiap mau mandiin Cilu, dia pasti heboh banget karena benci mandi. Harus mandi! Biar bersih!

Capek hati dengan kelakuan Cilu tiap bulan, saya kembali ingin mensteril Cilu saja. Saya minta pendapat Bapa, katanya nggak perlu. Sayang uangnya. Toh Cilu juga udah nggak bisa punya anak lagi. Iya juga sih. Tapi saya kan sebel tiap Cilu kawin bawaannya jadi bete karena kelakuan para kucing yang sedang kasmaran itu.

Hingga akhirnya... ada kesempatan untuk mensteril Cilu dengan harga yang bersahabat.Hmm, kapan lagi bisa mensteril Cilu tapi dompet nggak jebol. Okede, berangkat! Saya pun segera membawa Cilu ke klinik hewan yang lumayan jauh dari rumah. Jangan tanya dramanya kayak apa selama di perjalanan. Cilu ngamuk! Tidak biasa naik mobil, Cilu meronta. Bahkan hidungnya sampai terluka karena nubrukin pinggiran keranjang tempat Cilu dikurung. Duh, Cilu...

Hidungnya sampai terluka :(
Nggak tega dan mau nangis pas ninggalin Cilu di klinik hewan pada hari Rabu itu. Menurut dokter, operasi steril dilakukan pada sore hari setelah Cilu puasa. Bye Cilu, baik-baik ya kamu Ibu tinggal dulu... 

Di rumah, saya nggak tenang dan selalu kepikiran Cilu. Untung ada Mbak Yanti yang setia dicurhatin. Makasih ya Mbak. Keesokan harinya, saya mendadak dateng ke klinik buat nengokin Cilu. Karena nggak bikin janji, sampai di sana klinik tutup. Hiks. Saya cuma bisa memandang Cilu dari balik jendela. Betapa girangnya Cilu saat melihat saya! "Cilu, Ibu kangen banget! Kamu baik-baik aja? Sakit kah? Sabar ya Cilu, besok Ibu jemput lagi..." hibur saya pada Cilu yang seolah lagi curhat sambil nangis.

Cilu dipotret zoom dari jendela. Kelihatan plesternya kan?



Hari Jumat pagi, sesuai janji dengan dokter hewan, saya kembali ke klinik untuk menjemput Cilu. Apes, klinik tutup karena dokternya sedang ada urusan. Mana susah dihubungi pula (ternyata hp dokter sedang eror). Saya kesal banget! Masa harus balik lagi?!

Untunglah ada orang di rumah sang dokter (di seberang klinik). Katanya, dokter titip pesan buat saya. Oke, baiklah, fix saya harus balik lagi nanti siang. Saya minta kunci klinik karena pengen  megang Cilu. Kemudian, saya masuk dan menemani Cilu selama setengah jam sebelum pulang lagi ke rumah. Selama bersama Cilu, saya mengeluarkannya dari kandang supaya dia bisa jalan-jalan. Saya mengajaknya bicara, mengelusnya, lalu berjanji untuk menjemputnya. Saya pergi dengan berat hati...

Akhirnya, Jumat siang saya kembali lagi ke klinik bersama Kk Rasyad dan Dd Irsyad. Tahu nggak, dokternya udah mau pergi lagi! Nyaris aja kami gigit jari! Hhh.... hayuk Cilu, pulang dulu. Makasih sudah merawat Cilu, ya Dok. Obatnya pasti dihabiskan.

Sampai rumah, Cilu butuh waktu dua hari untuk menghilangkan rasa syok. Dia terus bersembunyi dan seolah takut pada sesuatu. Saya sudah menyiapkan bak pasir di dalam rumah, biar Cilu nggak keluar rumah dulu.

Bekas operasi di perut Cilu

Sayatan di perut Cilu
Alhamdulillah, lega rasanya. Cilu sudah disteril. Tenang deh. Sikap Cilu jadi berubah usai disteril. Jadi super manja dan bawel. Maunya nempel-nempel melulu. Gemes deh!

Cilu jadi super manja usai disteril

Sehat sehat sehat terus ya, Cilu!



1 komentar:

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=