Minggu, 14 April 2019

Khitanan Dd Irsyad


Alhamdulillah, tuntas sudah tugas saya dan suami sebagai orang tua dalam mengkhitan ketiga anak laki-laki kami. Tepat pada tanggal 7 April 2019 yang lalu, si bungsu Dd Irsyad mengadakan syukuran khitanan. 

Penyelenggaraan khitanan alias disunat sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Tepatnya tanggal 3 April 2019 di klinik praktek dokter langganan kami di depan komplek. Cukup dekat bukan? Nggak perlu pergi jauh-jauh ke klinik khusus khitanan atau rumah sakit. 

Sebenarnya, Dd Irsyad sudah lama minta disunat. Tapi saya belum siap. Belum siap buat nerima tamu pengajian yang datang ke rumah. Merasa agak malu dengan kondisi rumah yang kurang rapi karena tidak punya garasi beralas ubin dan pagar pembatas selayaknya rumah lainnya. 

Begitu pagar dan garasi jadi, saya nggak enak dengan keadaan ruang tamu yang berantakan. Plus kamar tidur anak-anak yang acakadut. Saya menantikan lemari jati untuk tempat buku di ruang tamu plus tempat tidur tingkat di kamar anak-anak. Biar enak gitu liatnya.

Setelah mebel idaman dipasang, masih galau juga belum siap hahaha! Sebelum rumah dibagusin, Dd Irsyad pernah jawab begini waktu ditanya Aki-nya kapan disunat: "Tunggu jadi orang kaya dulu!" Maksudnya, rumahnya mau dibagusin dulu, baru disunat. Sedangkan untuk bagusin rumah kan perlu uang banyak. Menurut Dd Irsyad, punya uang banyak itu harus jadi orang kaya dulu. Hahaha... ampun, De!

Kemudian, Bapa mengingatkan kembali untuk mengkhitan Dd Irsyad. Disepakati waktunya adalah setelah UTS semester 2. Dd Irsyad sudah duduk di kelas 2 SD. Padahal dia sudah minta disunat sejak kelas 1 SD. Maafin Ibu ya, De.

Ada yang menegangkan saat dikhitan. Anaknya sih anteng. Ini emaknya yang deg-degan, pusing, dan rada mblenek karena menghadapi langsung pas megangin kakinya. Hwadudu! Untunglah Dd ga rewel karena dialihkan boleh main HP saat disunat. Paling meringis aja pas disuntik. 
Dd Irsyad saat disunat
Teknik sunat untuk Dd Irsyad adalah dengan electric blade. Intinya mah hampir sama seperti dilaser kayak Aa Dilshad dulu. Yaitu pisau khusus yang dialiri listrik. Bentuk alat pemotong yang sangat tipis itu memudahkan proses khitanan. Sedikit bebau gosong saat digunakan. Yah sama kayak motong daging gitu lho...

Alhamdulillah DdIrsyad sudah disunat


Cilu pun ikut bahagia

 Setelah dirasa Dd Irsyad sudah pulih, pada hari Sabtu tanggal 7 April 2019 kami pun menggelar acara syukuran. Saya hanya menyebar undangan virtual. Sempat ada masalah gara-gara undangan ini. Ibu-ibu di grup RT sempat mengira saya mengadakan hajatan besar! Gara-gara undangan yang saya sebar katanya bagus... Aih, jadi gimanaa gitu :D



Gara-gara undangan, dikira mau hajatan besar

Saya pun mengkorfirmasi kalau ini hanyalah acara syukuran dan pengajian saja. Tidak hajatan besar dengan tenda dan stand makanan. Punten ya, Buibu. Sama seperti selamatan Khitan Aa Dilshad dan Kk Rasyad dulu juga sederhana saja. Cukup mengundang ibu-ibu pengajian, ibu-ibu tetangga satu gang, dan ibu-ibu tetangga satu RT saja. Malah kami tidak mengundang sanak saudara di Cibeureum dan Ciapus (kecuali Kakek) karena tidak mau merepotkan.


Happy faces :)

Sebelum tamu datang, foto2 dulu ah

Narsis sebelum gelar karpet di ruang tamu

Pengajian dimulai tak lama kemudian setelah ibu-ibu berdatangan. Pak Ustad lalu hadir memberikan tausiah usai pengajian bersama. Setelah itu acara santai ramah tamah sambil menikmati suguhan kue dan snack. 


Pak Ustad sebelum berceramah


Dd menunggu di kamar selama pengajian


Cilu ikutan ngaji juga


Punten itu Cilu lagi fashion show :D
Masih fashion show
Alhamdulillah, suguhan mencukupi. Saya sudah deg-degan aja takut kurang. Kan malu kalau makanan kurang untuk tamu yang datang. Dibantu dengan tambahan kue dari ibu-ibu teman dekat dan saudara. Alhamdulillah makasih banyak. Oia, untuk acara ini saya sama sekali nggak masak kecuali bikin agar-agar 100 cup. Nggak mau riweuh ah, hihihi.


Suguhan kue-kue dan snack


Terima kasih kiriman kuenya :)
Situasi di dapur :D
Seneng... beneran seneng banget! Acara berlangsung dengan lancar, alhamdulillah. Saya bahagia melihat ibu-ibu yang hadir terlihat menikmati hidangan yang disuguhkan. Makasih sudah datang ke rumah kami dan mendoakan untuk Dd Irsyad ya, Buibu semua.


Selamat menikmati :)

 

Menikmati suguhan kue-kue dan snack

Bisa gelar karpet di garasi kan :D

Foto bareng ibu-ibu temen sekelas pengajian

Sebagai ucapan terima kasih, saya membagikan nasi kotak untuk ibu-ibu, Pak Ustad, juga tetangga yang tidak bisa datang. Nasi kotak terdiri dari dua macam: untuk yang hadir dan keluarga dekat berisi paket nasi lengkap dengan daging sapi dari Restoran Sunda di dekat Pemda Cibinong. Sedangkan untuk tetangga dan orang-orang terdekat yang tidak bisa hadir paket nasi ayam dari rumah makan di Sukahati.


Paket nasi dengan daging lengkap untuk yang hadir

Kertas ucapan terima kasih di atas nasi kotak

Paket nasi ayam bakar

Paket nasi ayam siap dibagikan

Setelah makanan dibagikan, rumah saya masih banyak makanan suguhan untuk tamu dan saudara yang datang terlambat. Kiriman makanan pun kami nikmati bersama. Seperti kue tar dari Uwa Ety untuk Dd Irsyad berikut ini... Nuhun ya, Wa! Dd Irsyad sukaa banget. Hey Tayo... Hey Tayo!

Kue tar Tayo untuk Dd Irsyad, horee!

 Terakhir, ini foto jepretan Kk Rasyad yang ikut seneng adeknya disunat dan dapat duit banyak, hahaha!
Sebagian uang yang difoto. Nyawer, De!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=