Jumat, 18 Januari 2019

Belajar Fotografi untuk Pemula di JPC Kemang



Emak gaptek belajar motret!

Belajar fotografi bagi saya adalah suatu perjuangan. Apa yang terjadi ketika belajar? Saya banyak bengong dan terperangah. Mangap never ending karena merasa kerdil banget nggak bisa apa-apa. Meski begitu, saya tidak mau menyerah. Lebih baik mulai belajar dari ahlinya daripada meraba-raba belajar sendiri bukan? Kalau ada yang ngajarin kan, bisa bebas bertanya dan jadi tahu kelemahan kita di mana.

Itulah yang memotivasi saya buat belajar fotografi untuk pemula. Bukan belajar online, lho. Itu mah bisa googling sendiri. Saya pengen diajarin cara mengenal kamera secara langsung. Tunggu dulu... kamera? Emang punya kamera, Mak? Engg… anu, ini kamera baru beli bulan lalu. Hasil nguras tabungan penghasilan blog selama tahun 2018 plus tambahan dari saldo tahun sebelumnya. Alhamdulillah.




Ikutan nampang di Instagram @jpckemang sebagai pembeli hari itu

Saya mendapat info tentang workshop untuk belajar fotografi secara kebetulan. Jadi ceritanya, saya lagi beli kamera di Jakarta Photography Centre di daerah Kemang Jakarta (selanjutnya disebut JPC Kemang). Mbak SPG menawari saya untuk ikutan workshop basic photography. Jika sudah beli kamera di JPC Kemang, bisa ikutan workshop fotografi dengan harga khusus.

Oia, selain menjual kamera dan peralatan kamera, JPC Kemang menyediakan workshop fotografi untuk umum setiap hari Sabtu. Tema workshop mulai dari basic photography, travel, sampai food photography.

Ditawari ikutan workshop, tentu saja saya mau! Kapan lagi bisa belajar fotografi dasar dengan harga bersahabat, hehe. Saat itu saya ditemani Mbak Ratna sebagai pelanggan setia di JPC Kemang. Kami berdua pun mendaftar untuk ikutan workshop. 

Berminggu kemudian, tepatnya hari Sabtu tanggal 12 Januari 2019, saya kembali datang ke JPC Kemang. Sayang, saya hanya sendirian berangkat dari Bogor. Mbak Ratna tiba-tiba sakit dan tidak bisa hadir. Karena pembatalannya mendadak, workshop tidak bisa direschedule dan biayanya tidak bisa dikembalikan. Nggak papa ya, Mbak. Ringkasan materi aman udah disimpenin di folder laptop. Etapi, menurut saya Mbak Ratna mah sebetulnya nggak perlu ikutan workshop ini karna udah jago motret, hehe. 


Saya tiba kepagian di JPC Kemang. Sambil nunggu, saya dan peserta workshop lainnnya nongkrong di Kafe Kemang. Masih satu lokasi dengan tempat penjualan kamera di JPC Kemang. 


Lantai 1 untuk toko kamera dan kafe (foto: Facebook JPC Kemang)

Tempatnya emang sempit tapi cukup nyaman. Cemilan croissant-nya enak, apalagi kupinya. Kemaren pas beli dikasi gratis 1 es kopi apa lupa. Kata Mbak Ratna rasanya enak. Nah, pagi itu saya pesan hot chocolate aja. Lumayan juga. Ada semacam nougat kacang buat cocolan sebagai pendamping. 


Kelihatan enak? Emang enak beneran!

Tepat pukul 11 workshop dimulai di lantai 2. Wah, pesertanya banyak juga ternyata! Saya nggak itung ada berapa. Tapi lumayan lah, mungkin ada sekitar 30 orang yang antusias untuk belajar fotografi pemula. Saya ambil tempat duduk di paling depan. 

Pengajar workshop basic photography adalah Bapak Chandra Joko. Beliau memaparkan materi workshop yang merupakan ringkasan materi untuk kuliah satu semester yang diajarkannya. Wow, can’t wait! 


Pak Chandra (maafkan foto buram pakai hp)

Mau kenalan sama Pak Chandra juga? Boleh cek foto-foto beliau di akun Instagram @chandraphotos dan @chandraphotos2. Wah, galeri foto-foto makronya detil banget dan keren semua.


Oia, saya nggak bakal bahas tuntas tentang materi workshop, ya. Panjang banget soalnya. Saya cuma mau cerita pengalaman ikutan workshopnya aja. Pokoknya, ikut workshop di JPC Kemang ini bermanfaat banget. Specially buat pemula yang baru pegang kamera seperti saya. Kita diajari materi dasar fotografi, pengenalan kamera, dan tips memotret. Mau belajar fotografi mirorless atau belajar fotografi dslr, semua dibahas di workshop ini. Lengkapnya sebagai berikut: 


Materi yang diajarkan

Diawali dengan pengertian fotografi, Pak Chandra menjelaskan materi workshop dengan bantuan slide. Waktu belajar dijeda sejenak dengan istirahat makan siang dan sholat dhuhur. Makan siang nasi padang box dibagikan. Sayang, saya masih agak kenyang. Tapi dimakan juga karena perut saya harus ketemu nasi kalau makan siang, hehe.


Lanjut belajar lagi. Tidak hanya teori, peserta juga diajak praktek memotret bareng! Nah, giliran saya yang gelagapan. Belum familiar dengan aneka pencetan eh tombol yang ada di kamera. Tadi ini artinya apa ya….hadeuh. Untunglah Pak Chandra menjelaskan dengan sabar. Dibantu kru JPC Kemang, peserta bisa bertanya soal operasional kamera. Hmm, kayaknya saya termasuk yang bolak-balik nanya karena nggak paham juga wkwkkw. 


Salah satu materi workshop: cara pegang kamera.

Pada praktek pertama, peserta diminta memotret dengan fokus telapak tangan sambil menggoyangkan badan di depan lampu ruangan. Hasilnya nanti adalah penampakan tangan yang jelas dan lampu jadi bokeh bergaris. Setelah berulang kali mencoba, saya nggak bisa dapet foto yang pas. Fix, saya gagal di praktek ini, hiks. Berikut adalah hasil foto yang benar, hasil jepretan Pak Chandra pakai kamera saya:



Tangannya tetap fokus kan?

Selanjutnya, motret di luar ruangan, tepatnya di pingir jalan. Peserta memotret objek bergerak, yaitu sepeda motor yang sedang melintas. Fix, saya gagal juga di praktek ini. Motornya yang kekencengan atau saya yang terlalu lelet. Hasil foto yang paling mendingan adalah foto mobil ini. Yang lain fotonya ancur semua :D


Gagal motret motor. Mobil aja deh...

Pindah ke pelataran parkir. Peserta memotret levitasi. Duh, maaf saya lupa nama mbak yang jadi modelnya. Dengan iklas, Mbaknya melompat untuk diambil fotonya. Selanjutnya, adegan ditonjok melayang yang diperagakan oleh Pak Chandra dan Mbaknya. Foto melompat lumayan bisa saya dapatkan. Tapi foto tonjokan punya saya kurang melayang menurut Pak Chandra. 

Foto kiri dapet. Foto kanan kurang melayang.

Bagi peserta yang sudah paham dengan kamera miliknya masing-masing, praktek ini mudah dilakukan. Tidak dengan saya yang masih bingung dengan tombol-tombol di kamera ini. Waktu kurang dari sebulan belum cukup buat saya 'pacaran' dengan sang kamera. Karena belum paham, selama ini saya selalu main aman di mode AUTO soalnya, hehehe.

Usai praktek di luar ruangan, peserta kembali lagi ke kelas. Lanjut belajar lagi. Kali ini mencoba praktek memotret dengan super slow shutter speed untuk menghasilkan efek bulb. Bulb kayak gimana? Kayak lukisan cahaya gitu. 

Bulb pertama dibuat oleh Pak Chandra yang memotret peserta. Kami diminta menggambar selama 5 detik kalau nggak salah. Hasilnya seperti ini. Dalam foto, coretan lope-lope adalah buatan saya. Foto kedua dan ketiga saya bikin kotak bergaris tengah dan kupu-kupu.

Foto efek bulb dari para peserta

Kemudian, Pak Chandra meminta peserta untuk memotret dirinya. Beliau bergaya tiga kali. Yang pertama membuat landak, kedua bikin wajah orang, dan ketiga menggambar pohon kelapa. Saya bisa dapat foto yang pas begini karena duduk di paling depan. Fungsi tripod diganti dengan dudukan meja. 

Lukisan hasil karya Pak Chandra

Praktek terakhir menggunakan model dan sorotan lampu senter. Kamera diset dengan shutter speed selama 10 detik. Dalam waktu tersebut, model berpindah tempat jadi ada di tiga posisi. Begitu lihat hasilnya, aih saya kaget! Berasa horor begini ya... hihihi! 

Saya kok jadi takut lihat fotonya :D

Tidak terasa, workshop sudah berjalan selama 5 jam 30 menit. Waktunya berpisah dan pulang ke kediaman masing-masing. Saya pun bergegas, ada kereta yang harus dikejar menuju Bogor. Target makan malam di bareng keluarga harus tercapai. Jadi, saya nggak berlama-lama mengobrol usai kelas dengan Pak Chandra dan peserta lainnya usai mengkopi materi. 

Selanjutnya, saya harus lebih banyak ngoprek kamera. Mau ngapalin photography triangle. Dan pastinya harus banyak latihan motret. Karena saya suka motret makanan, saya mau fokus belajar motret makanan dengan benar. Engg, kadang kalau udah capek masak saya suka males banget mau ngatur props dan motret masakan. Ayo Mak, fighting!


Materi utama yang harus dimengerti

Alhamdulillah, senang sekali bisa belajar fotografi di JPC Kemang. Belajar fotografi untuk pemula yang memang saya butuhkan. Terima kasih untuk sharing ilmunya, Pak Chandra. Terima kasih, JPC Kemang. Semoga saya bisa ikutan workshop fotografi selanjutnya.

Sudah dapat ilmunya, jadi makin semangat buat praktek motret. Minat saya adalah memotret makanan. Khususnya untuk bahan tulisan di blog resep www.dapurngebut.com dan Instagram @dapurngebut. Keduanya fokus pada masakan buatan sendiri dan sesekali mereview tempat makan.

Sekalian buat posting di akun Instagram utama @innariana, karena banyak majang foto makanan hasil jajan. Untuk motret selain makanan, misalnya liputan event, nanti hasil fotonya saya pajang di blog www.innariana.com. Sedangkan foto traveling dan keluarga nanti bakal nongol di blog www.emakriweuh.blogspot.com ini.

Mudah-mudahan... kalau saya bisa motret dengan hasil foto yang lumayan, pembaca blog jadi merasa nyaman ngeliatnya. Konten blog jadi semakin menarik kalo pake foto-foto yang ciamik bukan?
Hasil foto pakai kamera baru. Harus lebih banyak latihan!

Pada postingan Instagram berikut, ada saya di sebelah kiri yang pakai kerudung putih polkadot bunga. Asyik, mejeng lagi di IG-nya JPC Kemang...





. ______________________________________________ Testimonial dari Peserta "Basic Photography". Sabtu, 12 Januari 2019 di JPC Kemang. . Instructor: Mr. Chandra Djoko . 1. Pengajar jelas dalam memberikan materi dan sabar memberi arahan, sangat bagus sekali buat belajar fotography dan mengenal fitur2 dalam kamera. Ibu Inna Riana - 0812805xxx . 2. Pengajar Detail, helpful dan ramah, Materi singkat, padat dan berisi. Ibu Rini - 0813883xxx . 3. Pengajar serta materinya attraktif, padat, jelas overall dan keren banget. Bpk Agung Hartanto - 08138065xxx . 4. Pengajar Komunikatif dan interaktif dengan peserta Materi sangat menarik dan relevan. Bpk Ramandika - 08151139xxx . 5. Pengajar informatif dan berpengalaman banyak, Isi materinya juga Oke. Bpk Patrick - 0816956xxx . 6. Cara mengajar menarik, simple dan mudah di mengerti. Ibu Sri Rahayu - 0856714xxx . 7. Pengajar jelas dalam memaparkan materi dan sangat ahli dalam bidangnya, materinya singkat dan padat. Bpk Hananto - 0852787xxx . 8. Pengajar interaktif, ramah, supel dan gaya mengajarnya efektif, isi materi yg di bawakan menarik dan mudah di mengerti. Bpk M Farraby A - 087888xxx ______________________________________________ #Only_The_Best #DaerahKemang #JPCKemang #TokoKamera #CameraStore #Sony #SonyAlpha #SonyAlpha_id #SonyPhotography #SonyImages #Fujifilm #Fujifilm_id #Terfujilah #FujiFeed #Fujifilm_XSeries #GoFujifilm #FujiInstax #Canon #CanonPhotography #CanonEos #Nikon #NikonPhotography #Lumix #PanasonicPhotography #Olympus #OlympusPen #Gopro #GoproHero #Leica #Workshop47C
A post shared by JPC Photography Store (@jpckemang) on

Sekian dulu cerita saya tentang belajar fotografi di JPC Kemang. Berkat ikut workshop dan nulis liputannya, saya jadi terpacu buat mengisi kembali blog yang sudah vakum selama 6 bulan ini. Syukurlah, dikau sudah sadar ya Mak, hehe.

Bagi yang sedang mencari kamera atau perlengkapan kamera, bisa cuss ke JPC Kemang. Oia, kalau mau beli online tinggal lihat website-nya aja ya! JPC Kemang adalah toko kamera terpercaya dengan produk berkualitas dan garansi resmi. Atau mau ikutan workshop belajar fotografi? Bisa kontak alamat dan media sosial JPC Kemang berikut ini:


JPC Kemang
Jakarta Photography Centre
Jl Kemang Raya 47C - Jakarta Selatan
Website: www.jpckemang.com
Instagram: @jpckemang
Facebook Fanpage: JPC Kemang
Twitter: @JPCKemang
SMS/WhatsApp. 0813 8439 2008
Telp. 021-7180487
Email : jpc@jpckemang.com



56 komentar:

  1. Aku pernah ikutan komunitas fotografi kayak Upload Kompakan dan komunitas Fuji Guys ID tapi sejak punya bayi lagi udah ga gitu aktif dan balik ke settingan auto kalo motret. Haha. Btw cita cita banget iNi maen ke JPC Kemang dan beli lensa fix Fuji disana. Semoga tahun ini ada rejekinya buat beli lensa fix. Aamiin. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah moga ga riweuh n bisa popotoan lagi ya. foto2 kalemnya mba inka keren2, aku suka :*
      semoga terwujud buat beli lensa fixnya, aamiin

      Hapus
  2. Menyenangkan ya bisa ikutan belajar fotografi, udah gitu sesi belajarnya lama juga, 5 jam.
    Hasil foto kupu-kupunya detil banget, aku suka ngelihatnya.

    Untuk hasil bidikan emakriweuh, mobiilnya udah mulai kelihatan bagus.
    Terus semangat belajar fotografinya,kak.

    BalasHapus
  3. Asyiknya ya bisa ikutan workshop fotografi. Kayaknya penting banget ini belajar foto biar hasil fotonya bagus. Pengen euy sayanya. Jadi kalau beli kamera di JPC, bisa ikutan macam-macam workshop fotografi ya, Mbak? kalau misalnya beli di tempat lain bisa ikutan juga kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ga beli kamera di JPC, bisa ikutan ws fotografi jg kok tapi ga dapat harga diskon :)

      Hapus
  4. Jadi ingat waktu pertama kerja sudah dikasih kamera DSLR bikin saya bingung ini gimana caranya tapi lama2 bisa karena terbiasa

    Jadi banyak praktek itu betul banget.
    Sekarang sih kamera ada dua saya malah seringnya pakai kamera ponsel saja hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ponsel emang lebih praktis ya hihi. etapi sayang juga kalo kameranya dianggurin :D

      Hapus
  5. Wah asik banget ini acaranya
    Jadi tau teknik-teknik dasar fotografi ya. Terutama buat motret makanan, aku masih suka rempong dan susah buat yang satu ini. Bingung ngambil anglenya, bingung nata propertinya dll

    BalasHapus
  6. Seruu banget yah belajar fotogarfi ituu. Dan menirutku ini sangat penting, karna dunia memotret sekrng ituu penting banget untuk aset kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar foto2nya keren jadi enak diliat kayak di blog mas oni

      Hapus
  7. Pengen sekali mendalami fotografi, semoga bisa ada kesempatan untuk belajar ya..thanks for sharing ya

    BalasHapus
  8. Wah sekarang sudah mahir ya mba, mau ajarin dong akunya. Aku masih agak susah kalo fokus.

    BalasHapus
  9. Mau dong Emak Riweuh daku diajarkan, daku belum sukses kalau ambil gambar apalagi yang terbang begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku belun coba lagi mba. lupa lagi setingannya berapa aja hihihi

      Hapus
  10. Seru juga kalau beli camera dapat bonus dapat workshop fotografi. Saya kepengen banget nih mau mendalami lansekap fotografi. Emang kalau sudah ketemu dengan para master, aku juga merasa kerdil banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaa mba evi mah udah keren banget foto2 pemandangannya

      Hapus
  11. Aku pun motretnya auto wkwkwk. Abisnya guru fotografiku bilang "nikmati aja kemudahan motret auto pada zaman now" wkwkwk.
    Tapi emang seru ya belajar fotografi itu mbak. Apalagi kalau pas hunting foto hasilnya bagus. Kepuasannya luar biasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. auto aja udah cakep yak. cukup juga buat akuh hehe
      aku belun hunting foto, masih minderan :D

      Hapus
  12. Duh, Mbak, aku juga pengin banget belajar fotografi yang beneran sama ahlinya gini. Selama ini belajar sama pak suami aja dan banyakan dimarahinnya, wkwkwkwk. Tapi setiap mau ngajuin propasal selalu dibilang "kenali dulu kameramu, latihan tiap hari, coba-coba, percuma kamu belajar sama orang lain kalau nggak kenal kameramu," Oke fix, berarti bener ya, Mbak, ikut training pun harus belajar ngenali kamera kita dl dan banyak latihan yang nggak kalah penting. Good luck ya, Mbak. Have fun sama ilmu barunya. Sebentar lagi feed-nya pasti tambah cetar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan belajar ama suami hihii
      aamiin, makasi ya mba :*

      Hapus
  13. bagus mbak hasilnya, tapi teknik gimana cara motretnya kok nggak dishare ya hehe ...

    BalasHapus
  14. Saya lebih pengen belajar food styling sebetulnya. Abis suka bingung gimana bikin foto dengan style yang cakep. Etapi, pengen juga ding belajar fotografi. terutama memotret objek di ruangan dengan pencahaan minim

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbaa... aku juga masih binung. kalo ada kelasnya, kita belajar barengan yuk

      Hapus
  15. Fotografi tuh pelajarannya gak abis2 euy. Saya masih suka bingung kalau motret panning. Masih suka ngeblur objek fotonya. Padahal hasil fotonya jadi terlihat dinamis kayak bergerak gitu kan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tehnik panning butuh kesabaran pas nungguin objek lewat n jepret pada saat yg tepat. makanya aku ga dapet motret motor krna kecepetan :D

      Hapus
  16. Aiih keren banget, aku jadi pengen belajar motret juga. Punya DSLR ga pernah dipake buat belajar motret bokeh, asal moto aja sesuai feeling huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an sempet buat belajar ya mba. sayang lho kameranya biar dimaksimalkan :D

      Hapus
  17. Waduh, foto2 makanan punya mbak padahal udah manteb bener, tapi masih tetap ikutan pelatihan fotografi juga nih. Keren amat sih mbaaak!

    Aku paling dodol kalo disuruh motret nih mbak, dikasih kamera bagus jugak tetep aja potoku hasilnya cuma gitu-gitu doang, cedih akutu :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh, fotoku masih jauh kualitasnya dibanding ama manteman yg hobi motret makanan juga :D

      teteh ery ootd nya suka bikin mupeng, apalagi pas ke koreah :)

      Hapus
  18. 2019 ini pengen punya kamera sendiri dan bisa belajar teknik fotografi. Baca ini jadi pengen cepet-cepet belajar..hehe

    Sering pegang dan jadi dokumentasi sih, tapi ya teknik foto saya cuma biasa, maksudnya kalau sudah belajar kan pasti tahu ilmu dan nama-namanya juga :)

    nice post, Teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an keinginannya mas andi segera terwujud, aamiin.
      makasi ya

      Hapus
  19. Seru banget. Pengen juga nih. Workshop betulan, ya. Jadi sekalian praktik juga. Ajarin dong, Mbak. Hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. workshop betulan atuh masa boongan hihihi
      hayuk fah kita belajar bareng, aku masih gaptek :D

      Hapus
  20. Keren banget ini kelasnya. Suamiku ada kamera aku masih enggan belajar...ya ampuun sayang bangets yaaak. Duh, mesti semangat ini!
    Thanks sharingnya mBak:)

    BalasHapus
  21. Aku suka ngeces klo liat feed IG-nya Mak Inna, bagus banget. Pengin juga feedku rapih sesuai minatku tapi entah insting visualku kurang oke. Klo latihan gini bisa jadi bagus juga kali ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aih makasi mba
      iya, kuncinya harus sering latihan

      Hapus
  22. Ahh seru banget nih mbak diajari praktik langsung ambil fotonya, pengen banget bisa nguasai teknik foto juga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba. ga nyesel ikutan workshopnya :)

      Hapus
  23. Hasilnya bagus banget deh, konten tanpa gambar yang enak dipandang tuh memang bagai sayur kurang garam yah.

    BalasHapus
  24. Belajar fotografi memang seru banget ya mba. Aku tuh selalu pengen ikut serta tapi belum ada kesempatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pan dirimu sybuk hihihi. moga nanti sempat ya

      Hapus
  25. JPC Kemang ini kayaknya surga banget buat para fotografer yaa mbak. Teman-teman saya yang fotografer, kalau pas ke Jakarta, pasti deh mampir ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, jpc kemang bikin betah fotografer buat belanja :D

      Hapus
  26. Wah aku taau nih JPC Kemang, kirian juak kamera saja ternyata ada coursenya juga hehe. Ini oake smartphone bisa juga mba? Fotonya ketjeh ketjeh euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo motret pake hp saya kurang paham bisa apa engga :D
      makasih ya

      Hapus
  27. pengen juga nih dapat ilmu begini tapi kok ya gak pede karena belum punya kamera hehe

    BalasHapus
  28. JPC kemang saya sering denger nih dan banyak di rekomendasiin utk cari2 kamera.
    Hasil foto makananya udah bagus mba, tapi rata2 konsepnya portrait ya ??

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan, tidak berpromosi atau berjualan. Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin” style=